Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Situs E-commerce Tak Cukup Aman?

Situs E-commerce Tak Cukup Aman?


- detikInet

Jakarta - Situs-situs e-commerce dinilai masih tak cukup aman bagi konsumen untuk bertransaksi. Menurut hasil studi, kurang dari dua pertiga situs transaksi penjualan di Inggris yang mengenkripsi informasi pelanggannya. Setidaknya begitu menurut hasil Information Security Breaches Survey 2006 yang digelar Department of Trade and Industry (DTI).Dari 1.000 perusahaan Inggris, lebih dari dua pertiga perusahaan besar mengenkripsi detil keuangan pelanggannya. Sedangkan untuk perusahaan yang lebih kecil, tidak sampai sepertiganya yang melakukan tindakan itu."Perusahaan sangat dianjurkan untuk mengenalkan value of secure e-commerce ke perusahaan mereka. Mereka juga harus mengontrol sistem keamanannya demi memuaskan pelanggan," kata Andrew Beard, Direktur PricewaterhouseCoopers.Beard mencemaskan jumlah serangan cyber di situs-situs e-commerce makin marak. Menurutnya, setengah dari serangan itu dilaporkan sebagai ancaman serius.Survei juga mengungkap bahwa aktivitas pencurian informasi keuangan pun kian membengkak. Setiap harinya, ada lebih dari seperempat serangan yang membidik pelanggan online."E-commerce memang menyediakan kesempatan tak terbatas bagi perusahaan Inggris. Tapi di sisi lain, e-commerce juga membuka peluang bagi para penjahat cyber untuk meraup untung," tandas Ed Gibson, Chief Security Advisor Microsoft Inggris. Demikian dilansir detikINET dari vnunet Kamis (13/4/2006).Transaksi online, menurut Gibson, bisa berlangsung aman jika level proteksinya benar. Perusahaan di Inggris dinilai masih perlu me-review dan menilai kembali status keamanan mereka secara teratur, agar kepercayaan pelanggan tidak berkurang.Wi-Fi dianggap sebagai salah satu vektor serangan yang dipakai para cybercrime. Satu dari lima perusahaan diketahui masih kurang memperhatikan kontrol keamanan Wi-Fi mereka. (dwn) (rouzni/)





Hide Ads
LIVE