Saatnya Hapus Kesenjangan Sinyal 4G di Indonesia

Saatnya Hapus Kesenjangan Sinyal 4G di Indonesia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 27 Sep 2021 18:35 WIB
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus membangun BTS USO di daerah 3T, agar masyarakat di sana dapat menikmati layanan internet seperti halnya di kota-kota besar.
Indonesia Menuju Memangkas Kesenjangan Sinyal 4G (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)
Jakarta -

Upaya Indonesia terbebas dari kesenjangan akses internet semakin dekat. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru saja mengumumkan pemenangan tender yang mengoperasikan 7.904 titik Base Transceiver Station (BTS) 4G di daerah pelosok.

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo akan membangun infrastruktur tersebut sampai akhir tahun 2022. Nantinya, ke-7.904 BTS itu dioperasikan Telkomsel dan XL Axiata dalam menghadirkan sinyal 4G kepada masyarakat di daerah.

"Jumlah ini menggenapi 9.113 desa/kelurahan yang masuk dalam kategori daerah 3T yang belum terjangkau sinyal 4G. Sejumlah 1.209 desa/kelurahan sebelumnya telah dibangun BTS dengan teknologi 2G yang kini di-upgrade menjadi 4G per tahun 2020," ujar Direktur Utama Bakti Anang Latif, Senin (27/9/2021).

Diketahui, berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) pada tahun 2016, ada 83.218 desa dan kelurahan di Indonesia. Sementara itu, 12.548 desa dan kelurahan masih belum terjangkau jaringan 4G.

Pekerjaan rumah desa dan kelurahan yang belum dialiri sinyal 4G ditargetkan dapat tercapai sampai tahun depan. Bahkan, Kominfo mengklaim bahwa target tersebut lebih cepat 10 tahun.

Penggelaran jaringan 4G itu di wilayah 3T dilakukan oleh pemerintah lewat Bakti Kominfo, sedangkan operator seluler akan menyelimuti daerah yang non-3T sebanyak 3.435 desa/kelurahan.

Anang mengungkapkan bahwa pemerintah bertekad untuk melakukan percepatan transformasi digital. Oleh karena itu, mulai tahun ini sumber pendanaan penyelenggaraan proyek penyediaan infrastruktur 4G di wilayah 3T di antaranya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Penyediaan layanan 4G di wilayah 3T menjadi kunci utama untuk pertumbuhan ekonomi dalam pemanfaatan konektivitas telekomunikasi dan informasi," ucapnya.

Lebih lanjut, diharapkan terbukanya peluang kerja sama dalam bidang ekosistem digital antara pelaku usaha dan Bakti Kominfo di 9 area paket kerja sama yang baru saja diumumkan.

"Selain aktif membangun infrastruktur telekomunikasi dan layanan internet gratis, selama ini Bakti juga selalu mengajak para pelaku industri kreatif berbasis digital dan manufaktur untuk berkolaborasi dan berpartisipasi aktif dalam peningkatan ekonomi di daerah 3T," pungkas Anang.



Simak Video "Walau Sudah Bisa 5G, XL Axiata Masih Pakai Spektrum untuk 4G"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)