Takut Roboh, Tower Seluler Dipermasalahkan
- detikInet
Jakarta -
Warga RT 1 RW 02, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Depok, Jawa Barat merasa tidak aman dengan keberadaan tower milik salah satu operator telepon seluler. Mereka meminta tower itu dirobohkan.Warga meminta tower itu dirobohkan karena khawatir tower setinggi 100 meter itu roboh. Apalagi tower itu sudah tergolong cukup lama berada di kawasan itu, yakni 10 tahun."Warga resah karena kalau ada angin kencang tower bergoyang, kalau ada petir juga menyambar kemana-mana," kata Edi Mulyono, warga Lenteng Agung kepada detikcom, Selasa (4/4/2006). Tidak hanya itu saja, kata Edi, jika ada hujan dan air menggenang maka pagar rumah sekitar juga sering terasa ada aliran listriknya. Telepon seluler dan televisi banyak yang rusak."Kita sebenarnya sudah melakukan pembicaraan informal. Termasuk Selasa 4 April ini di kelurahan Lenteng Agung. Tapi tiba-tiba semalam ada surat dari operator telepon seluler itu yang memindahkan pertemuan di Balaikota Depok," ujarnya.Warga juga merasa dibohongi oleh pernyataan pihak operator telepon seluler itu yang menyebutkan telekomunikasi menguntungkan. Harga tanah akan naik karena diasuransikan penangkal petir. Tapi kenyataannya justru merugikan. "Adanya tower menyebabkan harga tanah turun dari yang bisa dijual seharga 1 juta per meter tapi hanya laku dijual Rp 500 ribu per meter. Jadi bohong kalau membawa manfaat," tukas Edi.Untuk menjembatani aspirasi warga itu sebenarnya telah dibentuk tim 11. Namun pada Selasa ini tim 11 secara aklamasi dibubarkan karena merasa sudah tidak bisa memperjuangkan aspirasi warga. (san)
(ketepi/)