XL Axiata-Telkomsel-Indosat, Semarak 5G di Indonesia

XL Axiata-Telkomsel-Indosat, Semarak 5G di Indonesia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 12 Agu 2021 18:44 WIB
Jakarta -

Terhitung sejak Mei 2021, komersialisasi layanan 5G sudah hadir di sembilan wilayah atau kota Indonesia.

Wilayah atau kota yang dimaksud, yaitu Jabodetabek, Bandung, Batam, Balikpapan, Makassar, Surakarta, Surabaya, Denpasar, dan Medan.

Adapun, wilayah atau kota yang di atas baru dihadirkan oleh dua operator seluler, Telkomsel dan Indosat Ooredoo, belum termasuk XL Axiata yang baru saja mendapatkan restu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

XL Axiata jadi operator seluler ketiga yang mengantongi Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) 5G, setelah sebelumnya dinilai sukses dan berhasil Uji Laik Operasi (ULO) 5G pada 3-5 Agustus 2021 yang lokasi uji cobanya di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat.

"Dengan demikian saat ini layanan komersial 5G didukung oleh tiga operator seluler nasional dan kedepannya, kita harus menjaga agar komersialisasi 5G dapat berkembang dengan baik di Indonesia," tutur Menkominfo Johnny G. Plate, Kamis (12/8/2021).

Keberadaan operator seluler yang menggelar layanan 5G komersial, kata Menkominfo, menujukan bahwa industri penyediaan layanan jaringan 5G dapat berkembang secara komersial dengan baik di Indonesia.

"Teknologi 5G membawa berbagai keunggulan dari generasi 2G, 3G, dan 4G, seperti kecepatan transmisi data yang 10 kali lebih cepat dibandingkan 4G, menghasilkan waktu respon di kisaran 1 milisecond, konsumsi energi yang lebih efisien, pembagian jaringan yang lebih fleksibel, dan kapasitas bandwidth yang lebih besar," ungkap Menkominfo.

Dengan keunggulan 5G itu, Johnny mengatakan, dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan adopsi teknologi terkini, mulai dari Augemented Reality (AR), Internet of Things (IoT), Arificial Intelligence (AI), cloud computing, serta teknologi otomatisasi lainnya.

"Teknologi akan membuat analisis data menjadi lebih real-time dan juga memungkinkan kontrol perangkat secara remote dan otomatis, yang meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan keamanan pengguna di berbagai sektor," kata Johnny.

Kehadiran 5G juga akan menumbuhkan beragam derivative industry, meliputi fintech, ecommerce, edutech, health tech, serta beragam industri lainnya.

"Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan teknologi netral dalam implementasi layanan 5G. Melalui kebijakan ini, operator seluler diberikan keleluasaan untuk mengimplementasikan teknologi seluler terbaru dalam pemanfaatan pita frekuensi radio yang telah ditetapkan di dalam izinnya," pungkasnya.

(agt/fay)