Genap 56 Tahun, Telkom Komitmen Wujudkan Kedaulatan Digital Indonesia

Genap 56 Tahun, Telkom Komitmen Wujudkan Kedaulatan Digital Indonesia

Erika Dyah Fitriani - detikInet
Selasa, 06 Jul 2021 13:00 WIB
Telkom
Foto: Telkom
Jakarta -

Proses transformasi digital Indonesia diharapkan dapat berjalan dengan menjunjung tinggi kedaulatan bangsa dan negara. Sebab, tanpa memegang teguh prinsip kedaulatan, digitalisasi dinilai hanya akan menjadikan anak bangsa sebagai konsumen atas seluruh layanan dan produk-produk digital dari negara lain.

Diketahui, sebelumnya Presiden Joko Widodo sempat menjelaskan soal urgensi kedaulatan digital dalam peluncuran Program Konektivitas Digital 2021 dan Prangko Seri Gerakan Vaksinasi Nasional COVID-19 pada Jumat (26/2). Menurutnya, jika prinsip kedaulatan menjadi pijakan utama dalam proses transformasi digital, maka bukan tidak mungkin ke depannya masyarakat bisa memiliki kedaulatan digital (digital sovereignty) dalam beraktivitas di dunia maya.

Adapun Kedaulatan digital ini dapat diartikan sebagai kuasa penuh atas seluruh produk, konten, dan layanan digital yang hadir di sebuah negara.

"Kedaulatan dan kemandirian digital harus menjadi prinsip penting dalam transformasi digital kita. Kita harus memastikan transformasi digital jangan hanya menguntungkan pihak luar. Jangan hanya menambah impor. Ini yang selalu saya tekankan," ujar Presiden Jokowi dalam keterangan tertulis, Selasa (6/7/2021).

Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sebagai perusahaan telekomunikasi digital (digital telco) terdepan di Indonesia memandang ada tiga hal yang perlu dikembangkan dalam membangun kedaulatan digital Indonesia.

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah menjelaskan ketiga hal tersebut antara lain terciptanya lingkungan digital, pembangunan masyarakat digital, dan akselerasi ekosistem ekonomi digital.

Menurut Ririek, lingkungan digital dapat diartikan sebagai terciptanya infrastruktur dan layanan telekomunikasi yang merata di seluruh daerah. Dengan menciptakan lingkungan digital, diharapkan masyarakat bisa mengakses jaringan internet dan menggunakan teknologi digital tanpa ada kesenjangan.

Untuk itu, tambahnya, infrastruktur dan layanan telekomunikasi yang hadir tentu harus berasal dari dalam negeri. Ririek mengungkap guna mendukung terciptanya lingkungan digital, Telkom menyediakan berbagai infrastruktur telekomunikasi. Mulai dari punggung pita lebar (backbone broadband) yang memanfaatkan kabel optik dan satelit, hingga jaringan akses tetap maupun mobile serta VSAT Mangoesky yang menjangkau wilayah 3T.

Selain itu, ia juga menjelaskan soal pembangunan masyarakat digital. Artinya, lahir dan adanya banyak talenta digital yang siap beraktivitas dan berkontribusi di berbagai sektor ekonomi serta aspek kehidupan. Ia menilai pembentukan SDM yang siap go digital dapat dilahirkan dengan menyediakan berbagai produk, serta layanan untuk mendukung peningkatan kapasitas digital masyarakat.

Tak hanya membangun digital talent siap terap, ungkapnya, Telkom juga mengembangkan beragam layanan dan aplikasi digital yang bermanfaat sebagai solusi bagi kebutuhan masyarakat. Khususnya, di era pandemi seperti saat ini. Adapun layanan yang dihadirkan pihaknya mulai dari Pijar (pendidikan), PeduliLindungi (kesehatan), Maxstream (video streaming), Gameqoo dan Dunia Games (games) dan lainnya.

Terakhir, Ririek menjelaskan tentang keberadaan ekosistem ekonomi digital yang dapat diartikan sebagai terjadinya optimalisasi layanan serta produk untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, optimalisasi ini akan menjadi akselerator Indonesia untuk menjadi kekuatan utama ekonomi digital di regional dan dunia. Ia menyebutkan beberapa solusi yang dihadirkan Telkom untuk menggerakkan perekonomian digital nasional seperti PaDi UMKM (UMKM), Agree (pertanian dan perikanan), Logee (Logistik), BigBox (Satu Data Indonesia), dan banyak layanan digital lainnya.

Ririek menjelaskan selama ini pihaknya mengandalkan tiga domain kerja perusahaan untuk menciptakan lingkungan, masyarakat, serta ekonomi digital di Indonesia. Ketiga ranah ini yakni digital connectivity, digital platform, dan digital services.

Melalui layanan dan produk digital connectivity, kata Ririek, Telkom menghadirkan berbagai infrastruktur utama penunjang kebutuhan digital masyarakat. Selain itu, ia menyebutkan kontribusi Telkom pada domain digital platform juga terlihat dari maraknya operasional serta pembangunan data center dan big data. Tak hanya itu, Telkom juga banyak menyediakan dan membuat smart platform untuk menjadi solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat.

Sementara pada domain digital service, Ririek mengungkap pihaknya hadir dengan penyediaan berbagai layanan digital yang dilakukan secara selektif. Adapun pengembangan dan penyediaan berbagai digital services dilakukan Telkom melalui aksi akuisisi atau kemitraan.

"Kontribusi Telkom di tiga domain tersebut terus dilakukan demi mempercepat terbentuknya lingkungan, masyarakat, dan ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Kami siap untuk menjalin kemitraan dengan digital champion, tech giant, maupun global players untuk memperoleh synergy value yang mampu mengakselerasi pengembangan bisnis digital platform dan digital services TelkomGroup," jelas Ririek.

Ia berharap melalui tiga fokus bisnis serta investasi yang terus dilakukan pihaknya dapat menjadi tulang punggung transformasi digital bangsa juga ikut serta mewujudkan kedaulatan digital Indonesia.

(akn/fay)