Cina Proteksi VoIP Selama 2 Tahun
- detikInet
Jakarta -
Cina memproteksi bisnis fixed phone di negaranya, dengan melarang pemakaian layanan gratis teleponi internet alias VoIP selama dua tahun. Hal ini disampaikan koran bisnis internasional Finansial Times (FT).Wang Leilei, Chief Executive Grup Portal Internet Cina Tom Online, mengatakan Cina tidak akan menerbitkan lisensi apapun untuk panggilan VoIP computer-to-phone hingga 2008."Pemerintah tidak akan mengeluarkan lisensi VoIP (Voice over Internet Protocol) hingga 2008," kata Wang kepada Finantial Times, seperti dikutip detikINET dari AFP Selasa (21/3/2006).Padahal Tom Online telah menjalin bisnis joint venture dengan provider teleponi yang berbasis di Luxembourg, Skype. Tindakan tersebut (tidak menerbitkan lisensi-red) tampaknya menjadi pukulan bagi Skype. Pasalnya, Skype tahun lalu telah berbincang-bincang dengan operator telekomunikasi Cina untuk meluncurkan layanan computer-to-phone yang dijuluki "SkypeOut"."Untuk Tom Online, strategi kami adalah menumbuhkan basis user kami. Dengan basis user yang besar, akan ada banyak hal yang bisa dilakukan. Pendapatan (dari SkypeOut) tidaklah penting karena kami tidak menaruh harapan banyak di sektor uang," papar Wang lagi.Skype adalah leader di dunia VoIP. Skype menyediakan layanan abondemen yang memungkinkan pengguna web melakukan panggilan telepon ultra murah ataupun gratis hanya dengan memakai koneksi internet di komputer.Provider telekomunikasi China Telecom menganggap layanan Skype sebagai layanan ilegal. Menurut FT, tahun lalu Cina juga berusaha memblokir layanan mereka (Skype-red). Yang menjadi masalah, para operator fixed line saat ini menganggap SkypeOut akan mengurangi core bisnis mereka.September silam, sebuah Grup Teknologi asal Amerika Serikat -- Verso Technologies -- juga menyangkal telah menjual software ke perusahaan telekomunikasi Cina yang tidak diketahui namanya. Disinyalir tindakan itu memungkinkan Cina memblokir beberapa layanan teleponi. (dwn)
(ien/)