Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Bos Intel Indonesia 'Gerilya' Demi Uji Coba Wimax

Bos Intel Indonesia 'Gerilya' Demi Uji Coba Wimax


- detikInet

Jakarta - Agar uji coba Wimax bisa berjalan di Indonesia, bos Intel Indonesia pun melakukan 'gerilya'. Setelah BRTI, target berikutnya adalah Menkominfo Sofyan Djalil.Country Manager Intel Indonesia Budi Wahyu Jati berencana untuk menyambangi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Sofyan Djalil di kantornya untuk membicarakan perihal uji coba teknologi berbasis microwave, atau Worldwide Interoperability for Microwave Access (Wimax). "Besok (Kamis 9 Maret 2006-red) kami akan bicara dengan menteri," kata Budi pada detikINET di Arena Mega Bazaar Computer, di Jakarta Convention Center, Rabu (8/3/2006). Menurutnya, kedatangannya menemui Sofyan Djalil adalah untuk membicarakan kegunaan Wimax. Hal itu, ujarnya, tanpa bermaksud membawa brand Intel sebagai salah satu anggota konsorsium teknologi itu. "Kita ingin trial segera dilakukan agar bisa mengetahui parameter-parameter dan inputan-inputan tentang service yang bisa di-deliver di Indonesia," jelas Budi.Hal itu, menurutnya, sangat diperlukan demi kemudahan para pihak yang terkait dengan pemanfaatan teknologi tersebut. Ini termasuk pemerintah sebagai regulator, kalangan bisnis (vendor dan penyedia konten), serta masyarakat calon pengguna.Namun dalam pembicaraan nanti, Budi mengaku tidak akan menyinggung perihal alokasi frekuensi untuk Wimax. "Kita nggak akan ngomong soal frekuensi. Meskipun sudah ada puluhan permintaan untuk lisensi komersial Wimax," katanya.BRTI SudahBudi juga mengaku sudah membereskan permasalahan 'conflict of interest' antara perusahaannya dengan para anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). "Kami sudah yakinkan mereka dan beri pemahaman bahwa permintaan izin pengimplementasian Wimax bukan vendor driven," jelasnya.Forum Wimax di Indonesia, Indonesian Wimax Forum, menurut Budi juga melakukan pendekatan ke pemerintah. Mereka disebutnya telah meminta pemerintah agar segera membuat regulasi yang jelas untuk frekuensi, termasuk Wimax.Uji coba Wimax sebelumnya diperkirakan Budi bisa berjalan di pertengahan 2006. Idealnya, ujar Budi, uji coba itu dilakukan di dua lokasi. Satu lokasi di kota yang penduduknya sudah terbilang mature dalam penggunaan teknologi. Ini dilakukan untuk melihat model bisnis yang bisa diterapkan. Lokasi kedua adalah pemanfaatan Wimax untuk program telepon pedesaan atau biasa disebut USO (Universal Service Obligation). Tender pelaksana USO akan digelar pada April 2006 mendatang. Budi juga optimis bahwa Wimax bisa segera diujicobakan karena beban pikiran pemerintah sudah sedikit berkurang dengan selesainya tender lisensi frekuensi generasi ketiga (3G). (rou/wsh) (wicak/)







Hide Ads
LIVE