'Tim Oranye' Sukses Pertahankan Bali untuk 2007
- detikInet
Jakarta -
'Tim Oranye' diyakini berhasil mempertahankan pelaksanaan APRICOT 2007 tetap di Bali. Kecuali tiba-tiba ada kejadian yang benar-benar mengkhawatirkan. 'Tim Oranye' adalah julukan bagi delegasi gabungan pendukung APRICOT 2007 di Bali. Unsur 'Tim Oranye' mencakup Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Departemen Komunikasi dan Informatika, Departemen Luar Negeri, dan unsur lain dari masyarakat teknologi informasi Indonesia. Asia Pacific Regional Conference and Operational Technologies (APRICOT) merupakan ajang berbagi teknologi internet terkini. Tahun ini APRICOT digelar di Perth, Australia. Rencananya APRICOT 2007 akan digelar di Bali. Namun belakangan sempat muncul pendapat yang 'menolak' rencana itu. Sanjaya, mantan Sekjen APJII yang kini aktif di Asia Pacific Network Information Center (APNIC), mengaku yakin diplomasi 'Tim Oranye' berhasil meyakinkan APNIC dan Asia & Pacific Internet Association (APIA) untuk tetap menggelar APRICOT 2007 di Bali. APIA dan APNIC adalah organisasi pendukung utama APRICOT. "Mereka melihat kedatangan 'tim oranye' dari APJII dan pemerintah ini merupakan reconfirm mengenai pelaksanaan APRICOT," kata Sanjaya seperti tertulis dalam siaran pers APJII yang diterima detikINET, Kamis (02/03/2006).Sanjaya mengakui ada beberapa kalangan saja yang merasa perlu untuk melihat kesungguhan Indonesia mengenai persiapan Bali. Selain itu memang ada yang concern dengan keamanan. Namun secara resmi APIA dan APNIC tak pernah membatalkan Bali sebagai tuan rumah APRICOT 2007. Oleh karena itu juga, ujar Sanjaya, tak perlu ada surat resmi APIA atau APNIC untuk menegaskan Bali sebagai tuan rumah APRICOT 2007.Hal ini berbeda dengan India yang seharusnya jadi tuan rumah APRICOT 2006. Menurut Sanjaya, India dicoret sepihak oleh APIA karena saat APRICOT 2005 di Kyoto tidak mengirim delegasi, sehingga diragukan kesungguhannya.APIA dan APNIC diyakini Sanjaya, sudah berketetapan mendukung APRICOT 2007 di Bali. "Kecuali kalau dalam waktu setahun nanti, ada kejadian yang tidak kita inginkan bersama, ya apa boleh buat APNIC maupun APIA pasti akan mempertimbangkan lain," tegasnya.Yang penting sekarang, tegas Sanjaya, para pengusaha jaringan termasuk Internet Service Provider (ISP) mesti sudah ancang-ancang menyusun rencana budget untuk mengirim teknisinya ke APRICOT Bali yang rencananya digelar 21 Februari - 3 Maret 2007. "Kita tentu ingin internet semakin tumbuh lebih baik ke depan dengan semakin banyaknya network engineer yang handal," ucap Sanjaya. Saat ini, ujar Sanjaya, dari 130 perusahaan ISP di Indonesia, tenaga network engineer yang handal masih sedikit. Diperkirakan tidak lebih dari 20 teknisi. "Jumlah itu sangat menyedihkan. Mestinya network engineer handal kita sama dengan jumlah ISP atau bahkan lebih," tuturnya. (wsh)Keterangan Foto: Ketua Umum APJII Sylvia Sumarlin (kiri) dan Sanjaya (kanan). Fotografer: APJII.
(wicak/)