Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kadin Diusulkan Gelar Telecommunication Summit

Kadin Diusulkan Gelar Telecommunication Summit


- detikInet

Jakarta - Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Arwin Rasyid mengusulkan agar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia membuat Telecommunication Summit.Usulan tersebut disampaikannya saat pertemuan dengan para pemain di industri telekomunikasi dengan Kadin dan Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil, di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (22/2/2006).Dikatakan Arwin, Telecommunication Summit diarahkan untuk lebih memahami peta industri telekomunikasi."Bagaimana kalau Kadin membuat Telecommunication Summit seperti Infrastructure Summit, tapi di sini dipikirkan bagaimana arahnya itu bisa mengetahui peta industri telekomunikasi. Dan dari situ bisa memunculkan berbagai gagasan, yang buat substansinya adalah membangun local manufacturing," paparnya.Infrastructure Summit berlangsung pada 17-18 Januari 2005 di Jakarta. Dalam event tersebut, pemerintah mengundang kalangan swasta, baik dalam maupun luar negeri untuk ikut terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.Lebih lanjut, Arwin memaparkan perlunya peranan pajak dan hukum. "Nah di situ juga perlu peranan pajak, peranan hukum, jadi banyak support yang ikut," ujarnya. "Industri telekomunikasi itu sangat cerah, di tahun ini saja mungkin Telkom dan Telkomsel mempunyai investasi di atas Rp 15 triliun. Apalagi kalau digabung semuanya, mungkin tiap tahun dari seluruh operator investasinya bisa di atas Rp 30 triliun. Bayangkan kalau lima tahun ke depan," Arwin memaparkan.Arwin juga menggambarkan besaran investasi dari sektor lain di industri telekomunikasi. Dari industri handset misalnya, kalau di tahun lalu saja ada 12 juta pelanggan seluler baru, katakanlah satu handset harganya US$100, itu sama dengan Rp 12 triliun, kata Arwin. "Jadi luar biasa peluang bisnisnya untuk membangun dan menggerakan industri dalam negeri," ujarnya.Masih menurut Arwin, SIM card juga industri yang luar biasa. "Ada berapa puluh juta SIM card saat ini, satu SIM card harganya US$1, jadi berapa puluh juta dolar investasi," paparnya. Arwin berpendapat, peluangnya banyak sekali dan itu sesuai dengan misi Kadin yang ingin membangun bisnis. "Oleh sebab itu hal ini bisa jadi harapan lain bagi Kadin dan regulator untuk menciptakan opportunity dalam negeri," ungkapnya. Arwin menyampaikan usulan untuk mengundang pakar-pakar luar negeri, untuk menceritakan bagaimana membangun industri dalam negeri mereka yang berkaitan dengan telekomunikasi. (nks) (ketepi/)





Hide Ads