Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Bisnis Koran Turun, Google Cs yang Dituntut?

Bisnis Koran Turun, Google Cs yang Dituntut?


- detikInet

Jakarta - Konon internet punya andil yang cukup dalam memelorotkan bisnis media cetak tradisional. Kini, surat kabar sedang menyusun strategi untuk 'balas dendam'. Google dan mesin cari lain kemungkinan akan dituntut. Situs mesin cari seperti Google, Yahoo, dan lainnya, dianggap secara bebas mencomoti berita dan gambar milik surat kabar tanpa izin dan tanpa biaya sedikitpun. Menanggapi hal ini, World Association of Newspaper (WAN) berencana untuk angkat bicara dan 'menantang eksploitasi konten' oleh Google, MSN, Yahoo dan situs pencarian informasi sejenis.Beberapa asosiasi bersatu dalam menyusun strategi. Ini termasuk World Association of Newspapers (WAN), the World Editors Forum (WEF), International Publishers Association (IPA), European Federation of Magazine Publishers (ENPA), European Publishers Council (EPC), Asosiasi Penerbit Majalah di Eropa (FAEP), Asosiasi Penerbit Majalah di Perancis (SPMI), Agence France-Presse (AFP) dan beberapa asosiasi lain di Eropa.Belum diketahui pasti tuntutan apa yang akan dikeluarkan. Namun pada waktu yang bersamaan, perkumpulan asosiasi ini sedang melakukan penyusunan dan pembatasan hak mesin cari di Internet. Hal ini juga menyangkut izin dan hak cipta.Agence France Presse sendiri sudah mengumpulkan data untuk menuntut Google News karena menawarkan foto dan cerita mereka tanpa izin.Pergerakan WAN ini dipicu oleh pembaca koran yang kian hari kian menurun, dan naiknya pamor situs mesin cari. Hal ini juga dibarengi dengan turunnya keuntungan yang diperoleh para penerbit."Ironisnya perusahaan mesin cari terus jadi idola dan menggemukkan keuntungan mereka dari berita koran, yang di lain sisi mengalami hal yang memprihatinkan," Gavin O'Reilly, Presiden WAN, menyatakan seperti yang dilansir detikINET dari Cnet, Rabu (01/02/2006). (amz/wsh) (wicak/)







Hide Ads