Untuk Ujicoba Wimax
Intel Indonesia Tunggu Alokasi Frekuensi
- detikInet
Bali -
Intel Indonesia akan menggelar uji coba teknologi Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMax) pada pertengahan 2006. Sebelumnya, Intel butuh kepastian alokasi frekuensi dari pemerintah.Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia mengatakan, frekuensi ideal untuk uji coba Wimax adalah 2,3 GHz, 2,5 GHz, 3,3 GHz, 3,4 GHz, 3,5 GHz dan 3,8 GHz. Namun Budi menyadari, kalaupun pemerintah memberi alokasi frekuensi untuk uji coba, alokasi yang diberikan kemungkinan hanya berlaku sementara."Tapi apabila pemerintah tidak ingin bekerja dua kali, sebaiknya memberikan alokasi frekuensi yang pasti, khususnya untuk WiMax," kata Budi, di acara Intel Media Outing yang diadakan di Hotel Intercontinental, Bali, Jumat (27/01/2006).Menunggu kepastian alokasi frekuensi, rencana uji coba WiMax masih terkatung-katung dan kemungkinan baru terlaksana semester kedua 2006."Kita sudah bicara dengan pemerintah. Semester kedua 2006 baru mulai trial," kata Budi.Sebelumnya ujicoba itu dijadwalkan berjalan di awal 2006. Namun mundur lagi karena belum turunnya izin dan alokasi frekuensi untuk WiMax. Penundaan izin ini dikarenakan saat ini pemerintah masih fokus pada pelaksanaan tender untuk teknologi seluler generasi ketiga (3G). Tender 3G dijadwalkan sudah mengeluarkan hasil (nama pemenang) pada tanggal 8 Januari 2006.Budi memperkirakan, izin frekuensi WiMax akan keluar setelah itu. "Maret mungkin bisa keluar izin trial dan alokasi frekuensi. Lalu April sudah bisa pesan alat sesuai frekuensi yang diberikan pemerintah. Kemudian Mei tinggal pasang alatnya. Nah, bulan Juni trial-nya baru bisa jalan," papar Budi.WiMax merupakan teknologi yang memungkinkan koneksi internet berlangsung secara nirkabel, dengan jarak 50 kilometer dari titik aksesnya.Peralatan yang diperlukan untuk implementasi WiMax terdiri dari dua alat, yaitu satu tower outdoor dan satu tower indoor untuk wireless LAN (Wi-Fi)."Nanti dari hasil trial itu kita bisa sampaikan laporan ke pemerintah tentang keuntungan penggunaan WiMax dan apa saja kekurangannya," jelas Budi.Budi menganggap, teknologi WiMax bisa mendukung program pemerintah untuk membangun fasilitas telekomunikasi di daerah pedesaan, atau yang dikenal dengan Universal Service Obligations (USO). (nks)
(ketepi/)