APJII Sebut Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Naik Saat Pandemi

APJII Sebut Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Naik Saat Pandemi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 30 Sep 2020 14:28 WIB
Seseorang mencari informasi berita hoax
Ilustrasi pengguna internet Indonesia. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan ada kenaikan jumlah pengguna internet Indonesia saat ini.

Data pengguna internet di Indonesia yang dimaksud berdasarkan hasil survei yang dilakukan APJII untuk kurun waktu tahun 2019 sampai semester kedua 2020. APJII sendiri saat ini sedang merampungkan laporan jumlah pengguna internet Indonesia tersebut.

"Survei 2019 sampai semester kedua tahun ini, itu sudah selesai. Kita saat ini sedang membuat infografisnya. Paling Insya Allah bulan depan kita akan umumkan hasil pengguna internet di Indonesia," ujar Ketua Umum APJII Jamalul Izza kepada detikINET, Rabu (30/9/2020).

"Dibandingkan dengan tahun lalu (tahun 2018-red) itu ada kenaikan jumlah pengguna internet Indonesia. Nanti kita akan sampaikan ke media terkait hasil survei terbaru," ucapnya menambahkan.

Sebagai informasi, pada laporan hasil survei APJII pada 2018 terkait jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 171,17 juta dari total populasi sebanyak 264,14 juta orang pada saat itu. Adapun penetrasi ketika itu pertumbuhannya 10,12% atau 27,9 juta pengguna internet.

Selain mencatat ada kenaikan jumlah pengguna internet Indonesia, survei untuk edisi kali ini APJII akan merinci jumlah pengguna internet per provinsi, di mana sebelumnya APJII melakukannya per wilayah atau per pulau.

Jamal menceritakan survei pada tahun ini memang terbilang tidak biasa dari tahun-tahun sebelumnya. APJII yang biasa melaporkan per tahun, maka tahun 2019 survei mereka berlanjut sampai bulan Juni 2020.

"Kita kalau survei itu face to face (saling bertatap muka), tidak menyebarkan angket. Akibat pandemi, banyak yang work from home dan juga ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jadi baru selesai Juni," tuturnya.

Jamal mengatakan meskipun dilanda pandemi, penetrasi internet justru tidak terlalu signifikan. Ia menyebutkan, pandemi hanya merubah pola perilaku masyarakat dalam mengakses dunia maya, yang mana sebelumnya dilakukan di perkantoran, maka saat ini pindah ke area perumahan.

"Perilaku hanya berubah dari kantor ke rumah, begitu juga soal belajar dari rumah, itu kenaikan trafiknya sekitar 20-25%," pungkasnya.



Simak Video "Serikat Guru Nilai Subsidi Kuota Internet Berpotensi Buang Anggaran"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)