Rp 200 Miliar untuk Trans Telko Kalimantan-Sulawesi
- detikInet
Jakarta -
Usai membangun jaringan telekomunikasi (telko) lintas Sumatera-Jakarta-Bali-Lombok, Telkomsel siap membangun lintas Kalimantan-Sulawesi. Dengan biaya Rp 200 miliar, proyek itu diyakini kelar pertengahan 2006.GM Transmission Engineering and Implementation Telkomsel Yuharmo mengatakan, Telkomsel telah membangun jaringan yang melintasi wilayah mulai dari Sumatera, Jakarta, Bali, hingga Lombok. Dia mengungkapkan, dari Aceh hingga Mataram (Lombok), ada sebanyak 191 hops atau link yang menghubungkan antar Base Transceiver Station (BTS)."Sepanjang Sumatera saja ada 96 hops. Sedangkan di sepanjang Jawa, Bali, hingga Mataram terdapat 96 hops," kata Yuharmo di Gedung Telkomsel Telecommunication Center (TTC), Buaran, Jakarta Timur.Menurutnya, pembangunan jaringan yang meliputi fiber optic dan microwave di sepanjang area itu menghabiskan dana Rp 200 miliar. Untuk membangun Core Network lintas Sumatera, proyek itu dikerjakan oleh PT NEC Indonesia. Sedangkan untuk Jawa, Bali, dan Lombok, dikerjakan oleh PT Nera Indonesia. NEC sendiri merupakan vendor yang berasal dari Jepang, dan Nera berasal dari Norwegia."Setelah itu kelar, kita akan mulai membangun trans Kalimantan-Sulawesi. Dengan biaya yang sama dalam membangun jaringan di Sumatera-Jakarta-Bali-Lombok, kita perkirakan bisa selesai pertengahan 2006," papar Yuharmo. Di Kalimantan sendiri, jaringan yang akan dibangun mulai dari Tarakan hingga Pontianak.Namun menurutnya, tidak selamanya proyek itu berjalan mulus. Masalah transportasi dan warga di area pembangunan jaringan, adalah kendala yang kerap dihadapi Telkomsel. "Bila warga di situ keberatan saat kita mau membangun jaringan, ya terpaksa kita search area lain," keluhnya.Tidak Secepat Sumatera-Jakarta-Bali-LombokDari segi kecepatan pembangunan, Yuharmo memperkirakan pembangunan jaringan di lintas Kalimantan-Sulawesi tidak secepat lintas Sumatera-Jakarta-Bali-Lombok."Sumatera lebih cepat karena dibantu dengan adanya jaringan existing, serta sinergi dengan sarana penunjang milik Telkom," jelasnya. Sedangkan di lintas Kalimantan-Sulawesi, pembangunan akan menghadapi tantangan lumayan sulit karena sedikitnya sarana dan prasarana yang tersedia disana.Dana pembangunan jaringan seluruh lintas itu, diambil dari capital expenditure (Capex) sebesar US$ 850 juta. Menurut Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja, dana dari Capex akan dialokasikan sebesar 40 persennya untuk peningkatan coverage, dan 60 persennya untuk peningkatan kualitas.
(rouzni/)