Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ortu Sakit Hati Kirim SMS Bom

Ortu Sakit Hati Kirim SMS Bom


- detikInet

Jakarta - Ratusan siswa SMP I Surabaya, Rabu (28/12/2005) pagi panik. Sekolah yang berada di Jalan Pacar, Surabaya tersebut mendapat ancaman akan dibom oleh seseorang yang mengaku mantan orang tua siswa. Tak mau ambil risiko, pihak sekolah segera mengosongkan ruang kelas dan tim Gegana segera melakukan penyisiran.Peristiwa ini berawal ketika salah seorang guru SMP 1 Surabaya, yakni Ester Tri W menerima pesan SMS dari seorang yang mengaku mantan orang tua murid. Isi SMS bernada teror, isinya sekolah tersebut sudah terpasang 3 bungkusan berisi bom dan akan meledak.SMS tersebut dikirim dari nomor handphone 0856 4884 1890. dan diterima oleh Ester Tri W sebanyak dua kali. Ester yang sehari-hari mengajar Pendidikan Agama Kristen mengaku ketakutan. Dia langsung melaporkan pesan singkat tersebut kepada Kepala Sekolah Sukatminanto.Isi pesan yang diterima selama dua kali berselisih dua menit. Pesan pertama diterima pukul 09.17 WIB dan pesan kedua pukul 09.19 WIB.Begini isi SMS tersebut: "Aku adalah orang tua alumni SMP 1. Anakmu masuk SMA swasta. Aku kecewa, karena anakku tidak masuk SMA negeri. Karena itu, aku menebus kekecewaan dengan SMP 1 porak-poranda. Tadi pagi aku taruh 3 bom, di tempat yang berbeda. Satu bom aku taruh di sebuah ruangan dan pada jam 10.00 WIB tepat SMP akan usak. Matilah kalian semua".Kepala sekolah khawatir ancaman itu tidak sekadar iseng. Ia langsung melapor ke kepolisian. Tak lama kemudian anggota kepolisian Polsek Gubeng dan Polresta Surabaya Selatan serta satu tim Gegana yang membawa satu unit mobil antibom tiba dan langsung melakukan penyisiran.Setelah semua siswa keluar ruang kelas, semua ruangan diperiksa. Dari ruang kepala sekolah, ruas kelas sampai ruang ekstrakurikuler kerawitan. Hasil dari penyisiran, tidak ditemukan satupun benda yang mencurigakan.Usai penyisiran, Kapolresta Surabaya Selatan AKBP Viktor Lasut memberikan pengarahan kepada murid di halaman sekolah meminta murid-murid tidak perlu takut jika melihat benda yang mecurigakan. Viktor meminta para siswa segera melaporkan ke petugas kepolisian. Kapolresta juga mengusulkan Kepala Sekolah SMP I Surabaya untuk melakukan simulasi keadaan darurat, biar tidak panik jika terjadi kasus seperti yang terjadi baru saja ini. (wicak/)




Hide Ads
LIVE