Amerika Tak Bisa Lolos dari 'Jerat' Huawei

Amerika Tak Bisa Lolos dari 'Jerat' Huawei

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 11 Jun 2020 10:02 WIB
Ilustrasi 5G
Ilustrasi. Foto: Huawei
Washington -

Pemerintah Amerika Serikat terus berupaya menjegal Huawei, terutama dalam menggelar jaringan 5G lantaran ditakutkan jadi mata-mata China. Tapi agaknya, mereka tetap susah lolos dari jerat perusahaan telekomunikasi tersebut. Kenapa?

Huawei rupanya merupakan pemilik paten 5G terbesar, sehingga mereka akan tetap mendapatkan bayaran dari pihak yang memanfaatkannya. Studi menunjukkkan ada 6 perusahaan yang memiliki lebih dari 80% inovasi 5G, yaitu Huawei, Samsung, LG, Nokia, Ericsson dan Qualcomm.

AS telah melarang penggunaan teknologi 5G Huawei dan menganjurkan negara sekutu melakukan hal yang sama. Mereka juga memasukkan Huawei dalam daftar blacklist sehingga tidak bisa memakai teknologi buatan AS.

"Tapi meski mereka menyewa perusahaan lain untuk membangun infrastruktur 5G, mereka masih harus membayar perusahaan China itu karena kontribusi intelektual dalam mengembangkan teknologinya," cetus Deepak Syal dari perusahaan riset GreyB.

Huawei telah mengumpulkan lebih dari USD 1,4 miliar dari pendapatan lisensi. "Huawei telah menciptakan cukup banyak properti intelektual sendiri, kami tidak perlu mencuri dari yang lain," kata juru bicara Huawei, Ben Howes.

Pemerintahan Trump memang agresif menekan Huawei. Inggris yang awalnya mengizinkan Huawei ikut serta dalam membuat jaringan 5G kini mempertimbangkannya kembali dan bahkan kabarnya mulai mencari pengganti.

Namun disimpulkan bahwa meskipun pemerintahan Trump memang berhasil menekan pertumbuhan Huawei di luar China, mereka tetap menjadi pemain yang penting karena rekam jejaknya dan teknologinya.



Simak Video "Blokir Huawei, Inggris Gandeng Nokia Jadi Pemasok Jaringan 5G"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)