Waduh! Tower 5G Dibakar karena Hoax Virus Corona

Waduh! Tower 5G Dibakar karena Hoax Virus Corona

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 05 Apr 2020 14:11 WIB
Booth Qualcomm di Mobile World Congress (MWC) 2019
Tower 5G di Inggris Dibakar karena Hoax Virus Corona Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Jakarta -

Hoax seputar virus corona menyebabkan kerusakan pada jaringan telekomunikasi di Inggris. Sejumlah tower 5G di Inggris dibakar karena hoax yang mengatakan bahwa 5G menyebabkan virus corona.

Dikutip detikINET dari BBC, Minggu (5/4/2020) setidaknya ada tiga tower yang dibakar di kawasan Merseyside dan Birminghan pada minggu lalu dan kini sedang diinvestigasi oleh kepolisian.

Saat memberikan update terbaru tentang virus corona di Inggris, Menteri Kantor Kabinet Michael Gove langsung mengatakan bahwa hal ini merupakan hoax yang berbahaya.

"Itu hanya omong kosong, omong kosong yang berbahaya," tegas Gove.

Pembakaran terhadap tower di Birmingham yang dimiliki oleh BT, operator telco terbesar di Inggris, mengakibatkan kerusakan yang signifikan. Tower ini menyediakan layanan 2G, 3G dan 4G kepada ribuan orang tapi tidak memiliki kemampuan 5G.

Tidak hanya tower 5G yang jadi sasaran, pegawai operator pun mendapat ancaman dari publik. Mereka yang sedang memasang kabel fiber optic untuk instalasi 5G mendapat gangguan dan beberapa orang mengatakan bahwa ketika dinyalakan 5G akan membunuh semua orang.

Aksi tidak bertanggung jawab ini juga dikecam oleh National Health Service, pemberi layanan kesehatan publik di Inggris. National Medical Director NHS Stephen Powis mengatakan konspirasi dan hoax tentang 5G tidak memiliki landasan ilmiah dan justru mengancam upaya tenaga kesehatan untuk menangani pandemi ini.

"Cerita 5G ini merupakan omong kosong, jenis berita palsu yang paling buruk. Kenyataannya adalah jaringan mobile ini sangat penting bagi kita semua," kata Powis.

"Ini adalah jaringan mobile yang digunakan oleh layanan gawat darurat dan tenaga medis dan saya sangat marah, sangat kesal karena orang-orang menyerang infrastruktur yang kita butuhkan untuk merespon terhadap emergency kesehatan ini," sambungnya.

Hoax dan teori konspirasi tentang 5G sebagai penyebab virus corona memang telah menyebar bersamaan dengan meluasnya penyebaran virus ini. Teori ini banyak digaungkan di media sosial seperti sejumlah grup di Facebook.

Salah satu teori mengatakan bahwa virus corona datang dari Wuhan, China karena kota tersebut baru saja menggulirkan layanan 5G. Tapi teori ini tidak menghitung negara-negara seperti Iran, Jepang atau Indonesia yang belum menggunakan 5G tapi sudah terkena wabah virus corona.

Organisasi pengecek fakta Full Fact dan beberapa ahli lainnya juga telah membantah klaim bahwa 5G menyebabkan virus corona.

"Cerita tentang 5G tidak memiliki kepercayaan secara ilmiah dan tentu saja merupakan gangguan potensial, seperti misinformasi lainnya, untuk mengendalikan epidemi COVID-19," kata profesor di Colorado School for Public Health, Jonathan M. Samet.



Simak Video "Daftar 54 Hoax Mengenai Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/rns)