Senin, 09 Mar 2020 18:40 WIB

'ASEAN Perlu Pembangunan Ekosistem 5G yang Merata'

Fino Yurio Kristo - detikInet
ilustrasi smartphone Ilustrasi. Foto: Unspslah
Jakarta -

Pembangunan ekosistem 5G untuk transformasi digital di kawasan ASEAN diharapkan merata. Demikian disampaikan Dr. Aladdin D. Rillo, Wakil Sekjen untuk ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN, di sela kunjungan ke Huawei Cyber Security Transparency di Brussels, Belgia.

"Kami memiliki komitmen tinggi untuk memastikan pemain-pemain industri terkemuka, seperti Huawei, terlibat dan berperan dalam mewujudkan harapan ini. Keterlibatan para pemain industri dari sektor swasta ini sangat penting karena mereka memiliki kompetensi dalam pembangunan infrastruktur yang tepat, serta dalam pengembangan ekosistem," ujar Dr. Aladdin D. Rillo dalam keterangannya.

"Saat ini, dunia serba sangat terhubung dan terintegrasi. Kami, negara-negara ASEAN, harus saling bahu-membahu dan bekerja sama guna mewujudkan tujuan-tujuan yang kami cita-citakan. Kami berharap tidak ada hambatan yang muncul merintangi tercapainya tujuan tersebut," tambahnya.

Menyongsong hadirnya dunia digital cerdas yang diprediksi akan terealisasi pada 2030, Masyarakat Ekonomi ASEAN menyatakan keseriusannya mendorong setiap negara di kawasan tersebut mengakselerasi transformasi digital di berbagai sektor.

"Digitalisasi saat ini menjadi fokus bagi ASEAN. Untuk itu, kami perlu memiliki infrastruktur yang tepat," kata Dr. Rillo. "Tahun ini, di bawah kepemimpinan Vietnam, fokus kami adalah 5G yang akan menjadi fondasi penting bagi kami dalam mendukung transformasi digital dan pasar yang terintegrasi."

"Ekonomi digital ASEAN telah melambung ke angka 100 miliar dolar AS untuk kali pertama pada tahun 2019 dan diharapkan akan tumbuh melampaui 300 miliar dolar AS pada tahun 2025. Bagi pemerintahan, bisnis, dan masyarakat, transformasi digital bukan lagi hanya sebuah pilihan, namun sebuah keniscayaan untuk pemberdayaan ekonomi dan bisnis," tambahnya.

Saat ini, ASEAN mengalami pertumbuhan internet, digital, media sosial, dan aktivitas mobile sangat pesat. Tingkat penetrasi Internet di ASEAN mencapai 65%. Artinya, terdapat lebih dari 400 juta pengguna Internet di kawasan ini.

Implementasi cybersecurity pada saat ini menjadi sangat penting karena penetrasi internet di kawasan ini tengah mengalami tingkat pertumbuhan tertinggi. Pertumbuhan tersebut bahkan diyakini akan terus terjadi.

"Untuk itu, kami terus mendorong menguatnya kerja sama antar negara di ASEAN, dan membutuhkan dukungan dari pemain-pemain swasta yang terbukti mampu menghadirkan teknologi andal dan terdepan, seperti Huawei, terutama dalam membangun ekosistem yang ramah inovasi, serta untuk menjawab isu-isu terkait Big Data, privasi data, dan keamanan siber," ujar Dr. Rillo.

Menurut Dr. Rillo, keamanan siber berperan sangat penting dalam transformasi digital di ASEAN, khususnya dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi digital kawasan yang berbasis 5G, AI, dan IoT.

'ASEAN Perlu Pembangunan Ekosistem 5G yang Merata'


Simak Video "Nggak Cuma Boyong Teknologi, Huawei Juga Transfer Ilmu Soal 5G"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)