Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ditagih Janji, Dirut Telkom Bersilat Lidah

Ditagih Janji, Dirut Telkom Bersilat Lidah


- detikInet

Jakarta - Janji Direktur Utama Telkom, Arwin Rasyid, untuk menurunkan tarif internet Telkom Speedy belum juga terwujud. Tarif Speedy diyakini akan turun, tapi...Agustus 2005, Arwin Rasyid berjanji akan menurunkan tarif internet broadband Speedy. Ia bahkan sempat menjanjikan penurunan tarif terjadi dalam 100 hari sejak saat itu. Janji tinggal janji, hingga November 2005, tarif Speedy tak berubah. Ditemui detikinet usai paparan publik Telkom, Arwin pun mengaku belum bisa menegaskan kapan janji itu akan terwujud. "Saat ini pelanggan Speedy sudah mencapai 24 ribu, dan tahun depan diharapkan 150 ribu. Dengan pertambahan pelanggan itu, harusnya tarif turun," ujarnya di kantor Telkom, Jakarta, Kamis (24/1/2005). Bahkan Arwin mengatakan penurunan tarif Speedy bisa cukup signifikan. "Dengan penurunan Capex (capital expenditure-red) seharusnya bisa turun signifikan. Tapi kapannya saya belum bisa bilang, karena masih dalam pengkajian," tuturnya. Akan turunnya tarif Speedy juga diamini oleh Guntur Siregar, Direktur Consumer PT Telkom. Baru-baru ini, ujar Guntur, Telkom menggelar tender infrastruktur untuk Speedy. Sebelumnya Telkom menggunakan perangkat dari Siemens, Alcatel, dan Ericsson untuk menggelar Speedy di Divre II dan Divre V. Hasil tender kemudian menempatkan Huawei dan ZTE, keduanya perusahaan asal Cina, sebagai pemasok tahap berikutnya. Menurut Guntur, Huawei dan ZTE memenangkan kontrak pembangunan Speedy di Medan, Batam, dan Malang pada akhir Desember. Harga yang ditawarkan kedua perusahaan itu, ujarnya, jauh lebih murah dari penyedia sebelumnya. Telkom membayar US$ 80 per SSL (Satuan Sambungan Layanan) untuk infrastruktur dari Siemens, Alcatel, dan Ericsson. Sedangkan untuk Huawei dan ZTE, biaya itu merosot ke US$ 10. Jadi kapan turunnya? "Mungkin awal tahun depan," ujar Guntur tanpa bisa memastikan. (wicak/)





Hide Ads