Di 2006 Telepon Lokal Bakal Tambah Mahal
- detikInet
Jakarta -
Tahun 2006, Telkom siap bertarung mempertahankan posisinya di seluler dan nirkabel. Untuk telepon tetap? Siap-siap tarif telepon lokal naik lagi. Dalam paparan publik Telkom, Kamis (24/11/2005), raksasa telekomunikasi Indonesia itu mengungkapkan rencana menaikkan tarif lokal di 2006. Di sisi lain, tarif Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ) bakal diturunkan. Kenaikan itu adalah dampak rebalancing yang telah disepakati DPR dan pemerintah di tahun 2002. Kesepakatannya adalah, tarif telepon boleh naik sebesar 45,49 persen dalam jangka waktu tiga tahun. "Rebalancing diharapkan sudah terealisasi tahun depan, pemerintah sudah meminta persetujuan rebalancing dari DPR, tarifnya dihitung berdasarkan cost base untuk tekan subsidi di lokal," kata Wakil Dirut PT Telkom Tbk, Garuda Sugardo.Menurut Garuda, tarif SLJJ saat ini lebih tinggi dibandingkan negara lain sehingga harus diturunkan. Tarif SLJJ akan dikembalikan ke tarif normal, sedangkan tarif lokal akan dihapus subsidinya. Selain tarif lokal, Telkom juga akan menaikkan tarif interkoneksi yang akan dihitung berdasarkan cost base. Diakui Garuda, kenaikan tarif interkoneksi akan menurunkan pendapatan tapi sebaliknya akan menaikkan volume. Ngotot di SelulerMenurut Direktur Utama Telkom, Arwin Rasyid, saat ini Telkom (lewat Telkomsel) menguasai 54 persen pasar seluler. Sedangkan untuk telepon tetap nirkabel, Telkom Flexi menguasai 87,5 persen pasar. Pelanggan Telkom Flexi disebut telah mencapai 3,71 juta. "Kami akan berusaha mempertahankan market kami sebagai pemain utama di sektor telekomunikasi," ujarnya dalam acara yang sama. Arwin mengharapkan, keseluruhan produk Telkom akan mengalami peningkatan 20 persen di 2006. "Tahun depan industri akan mengalami peningkatan persaingan, tapi itu justru bagus untuk Telkom," ia menambahkan. Hingga saat ini, Telkom Speedy telah mencapai 24 ribu lebih pelanggan. Ditargetkan tahun 2006 akan mencapai 150 ribu pelanggan lebih. SLI 007, ujar Arwin, mencatat incoming traffic 301,4 juta menit. Sedangkan outgoing traffic-nya 96,2 juta menit. Layanan mobile e-mail dari Telkom, Ventus, telah mencatatkan 54 pelanggan korporasi. Kemudian TelkomVision disebut telah memiliki 32.500 pelanggan. Akses internet dial-up Telkom, yang bernama TelkomNetInstan, telah membukukan 34,9 juta jam akses. Satelit Telkom-2, yang belum lama ini diluncurkan, juga diharap bisa menghasilkan pendapatan. Dari 24 transporder satelit itu, 65 persennya sudah disewakan.
(wicak/)