Indonesia Penerima Panggilan Telepon Spam Terbanyak ke-3 di Dunia

Indonesia Penerima Panggilan Telepon Spam Terbanyak ke-3 di Dunia

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 06 Des 2019 17:19 WIB
Foto: Internet
Jakarta - Truecaller, aplikasi pemblokir spam, merilis Truecaller Insight Report 2019. Dalam laporan tersebut disebutkan Indonesia menjadi negara paling banyak ketiga dalam menerima panggilan telepon spam di dunia.

Dibandingkan 2018 lalu, ini adalah lompatan yang signifikan karena saat itu Indonesia masih berada di peringkat ke-16 dalam hal penerimaan panggilan spam. Di Asia Tenggara sendiri, Indonesia adalah negara dengan panggilan spam terbanyak, dengan jumlah panggilan spam sebanyak 27.9 setiap bulannya.

Padahal pada 2018 lalu jumlah panggilan spam tiap bulannya hanya 8,5 kali. Telepon dari bank, layanan finansial, dan broker asuransi merupakan sumber spam terbesar, berkontribusi sekitar 64% dari semua panggilan spam.


Yang lebih mengkhawatirkan, jumlah penipuan (scam) lewat telepon meningkat dua kali lipat sejak tahun lalu, dari 10% menjadi 21% - ini berarti 1 dari 5 panggilan spam merupakan penipuan. Penipuan semacam ini seringkali memanfaatkan momen seperti kerusuhan dan aksi demonstrasi yang terjadi beberapa waktu lalu.

Salah satu penipuan yang kerap terjadi belakangan ini adalah telepon palsu dari rumah sakit, dimana mereka memberitahu Anda bahwa ada anggota keluarga atau teman yang masuk ke rumah sakit dan membutuhkan perawatan medis segera. Lalu, Anda akan dimintai uang untuk membayar perawatan tersebut.

Selain itu, ada pula penipuan 'wangiri' atau 'one ring' yang umum terjadi di Indonesia. Penipu akan mencoba meninggalkan panggilan tidak terjawab (missed call) berulang kali dari nomor telepon internasional ke ponsel korban. Jika korban menelepon balik nomor tersebut, mereka akan dialihkan ke layanan tarif premium yang mahal, dimana penipu akan mendapat keuntungan dari tarif tersebut.

Indonesia Penerima Panggilan Telepon Spam Terbanyak ke-3 di DuniaFoto: Dok. Truecaller