Senin, 14 Okt 2019 15:32 WIB

Menkominfo Curhat ke Jokowi Susahnya Bangun Palapa Ring Timur

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Syahdan Alamsyah/detikINET Foto: Syahdan Alamsyah/detikINET
Jakarta - Target Palapa Ring Timur yang sedianya rampung akhir kuartal kedua tahun ini meleset hingga Agustus 2019. Di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengungkapkan alasannya.

Rudiantara menyebutkan Palapa Ring paket Barat rampung tahun 2018. Sementara Palapa Ring Tengah selesai di awal tahun 2019.

"Palapa Ring Timur yang mencakup Papua,, Maluku dan NTT sampai ke Rote, rencananya jadwalnya akhir kuartal dua. Namun di Papua, kondisi geografisnya tidak memungkinkan untuk menyelesaikan tepat waktu, sehingga baru selesai akhir Agustus kemarin," lapor Rudiantara saat acara peresmian Palapa Ring di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/10/2019).


Disebutkannya Palapa Ring menjangkau 514 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Di Papua sendiri, Kominfo beserta operator membangun di 30 kota baru yang belum tersentuh tulang punggung atau backbone internet kecepatan tinggi dan11 kota interkoneksi

Rudiantara turut mengungkap konsep Palapa Ring sudah lama, sejak 2005. Tapi baru bisa dieksekusi pada 2015 setelah menemukan skema yang cocok, melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Terima kasih pak Bambang yang waktu itu menjadi Menteri Keuangan yang mengeluarkan available payment (AP), dan ibu Sri Mulyani yang mengeluarkan AP untuk Palapa Ring seterusnya," ucap pria yang kerap disapa Chief RA itu.

Dengan rampungnya pembangunan Palapa Ring diharapkan Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dari negara tetangga terkait infrastruktur ICT. Saat ini posisi Indonesia berada di belakang Singapura, Thailand dan Malaysia.

Demikian pula dengan spending ICT infrastruktur terhadap PDB pemerintah, Indonesia hanya 0,1%. Dibandingkan Thailand 0,3% dari PDB, Malaysia 0,6%.

"Kalau dihitung per kapita, pemerintah Malaysia membelanjakan 18-19 kali lebih besar bagi warga negaranya letimbang Indonesia bagi warganya," jelas Rudiantara


"Inilah tantangan kita untuk membangun infrastruktur ICT untuk mendukung ekonomi digital. Tidak cukup sekjek dan saknyek, harus jangka panjang," tegasnya.

Pembangunan Palapa Ring pun turut dievaluasi oleh perguruan tinggi di bawah IIGF Institute. Guna melihat dampak sosial, ekonomi dan peningkatan jumlah lapangan kerja.

"Ini suatu proyek yang menurut saya bukan sekadar membangun dan mengoperasikan, namun dampaknya yang penting bagi ekonomi, sosial dan lapangan pekerjaan," pungkas Menkominfo.

Simak Video "Tol Langit Beroperasi, 4.000 BTS Ekstra Segera Dibangun"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)