Minggu, 13 Okt 2019 19:30 WIB

Siapa yang Bertanggung Jawab, Kalau Internet Palapa Ring Tumbang?

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Adi Fida Rahman/detikinet Foto: Adi Fida Rahman/detikinet
Sorong - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah merampungkan pembangunan 'tol langit' Palapa Ring. Pertanyaan selanjutnya, siapa yang akan menjaga agar koneksi tersebut tidak tumbang?

Pertanyaan tersebut coba detikINET sodorkan ke Feriandi Miza, Kepala Divisi Infastruktur Backbone Bakti. Dia mengatakan Palapa Ring dibangun menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Kenapa kami pakai skema KPBU bukan pengadaan barang dan jasa, karena kami sadar kami tidak punya kompetensi untuk melakukan operasional atau pemeliharaan terhadap jaringan Palapa Ring," kata pria yang kerap disapa Andi itu saat ditemui di Sorong, Papua Barat.



Dijelaskannya dengan skema KPBU, badan usaha yang ditunjuk punya kewajiban mengurus dari proses investasi dan pembangunan. Setelah selesai pembangunan, mereka bertanggung jawab pada pelaksanaan operasional dan pemeliharaan Palapa Ring selama konsesi atau masa perjanjian 15 tahun.

"Kalau ada kerusakan, mereka yang harus mengganti. Alat-alat dalam beberapa tahun harus ada penggantian, kalau kabel optik bisa tahan 10-15 tahun," kata Andi sambil menunjuk peralatan network.

Sebagai gantinya pemerintah punya kewajiban membayar badan usaha tersebut. Namun KPBU tidak menggunakan Angggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di saat awal. Pembayaran setelah proyek selesai dan masuk masa operasional.



Skema pembayarannya menggunakan available payment atau pembayaran sesuai tingkat ketersediaan layanan selama 15 tahun. Hitungan available payment sendiri mengacu pada dana capital expense (Capex) dan operating expense (Opex).

Besarnya variatif dalam artian setelah lima tahun akan menurun. Lima tahun pertama, Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Tengah sebesar Rp 25 miliar per bulan, sedangkan Palapa Ring Timur Rp 114 miliar.

"Kalau Barat, Tengah dan Timur kalau availability payment-nya lebih dari 95% baru dibayar 100%. Kalau kurang, kita potong sesuai kinerjanya. Ada formulanya tinggal dimasukkan saja," terang Andi

"Setelah 15 tahun, seluruh aset Palapa Ring akan diserahkan ke pemerintah," pungkasnya.

Simak Video "Huawei Mate 30 Pro Hadir dengan 4 Kamera Belakang"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)