Rabu, 11 Sep 2019 17:05 WIB

Tokoh Papua Singgung Palapa Ring, Menkominfo: Tinggal Diresmikan

Andhika Prasetia - detikInet
1 Tantangan Gelar 'Tol Langit' Palapa Ring Timur
Halaman 2 dari 2
Foto: Syahdan Alamsyah/detikINET Foto: Syahdan Alamsyah/detikINET

Palapa Ring terbagi ke dalam tiga paket, yaitu Palapa Ring Barat, Palapa Ring Tengah, dan Palapa Ring Timur. Dari ketiga segmen tersebut, hanya Palapa Ring Timur yang proses pembangunan infrastruktur internet cepatnya berjalan lambat.

Faktor geografis yang sulit ditembus dengan perjalanan darat sampai keamanan jadi tantangan dalam penggelaran Palapa Ring Timur, khususnya di Papua dan Papua Barat.

Menkominfo Rudiantara menuturkan helikopter sampai berputar-putar di tengah area kosong di tengah hutan belantara Papua. Transportasi udara tersebut membawa tower yang akan ditancapkan. Tak hanya satu, perlu empat hingga lima helikopter yang bisa bolak-balik untuk mengangkut segala perlengkapan untuk menancapkan tower di suatu wilayah terisolir.

"Itu sewa helikopter untuk mengangkut tower karena gak bisa jalan darat. Harus menembus gunung," kisah Rudiantara dalam suatu kesempatan.

Palapa Ring Timur menjangkau 35 kota/kabupaten yang tersebar mulai dari Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Papua Barat.

Untuk menghubungkan 35 kota/kabupaten ini, setidaknya kabel serat optik sepanjang 8.454 kilometer digelar oleh PT Palapa Timur Telematika selaku konsorsium pemenang lelang yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Terkait 8.454 kilometer ini sudah mencakup penggelaran kabel darat, kabel laut, dan radio microwave.

Seluruh proses penggelaran kabel laut Palapa Ring Timur dilakukan menggunakan 3 (tiga) kapal, yaitu Nostag 10, Pacific Guardian, dan Teliri.

(fyk/fyk)