Kamis, 25 Jul 2019 12:00 WIB

1 Miliar Lebih Perangkat Bakal Terkoneksi 5G di 2023

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi 5G. Foto: Arnd Wiegmann/Reuters Ilustrasi 5G. Foto: Arnd Wiegmann/Reuters
Jakarta - Penggunaan teknologi jaringan seluler generasi kelima, 5G, diprediksi akan jauh lebih cepat ketimbang pendahulunya, yakni 4G. Hal tersebut diungkapkan oleh IHS Markit, firma analisis yang berbasis di London, Inggris.

Dalam lima tahun pertamanya, jumlah perangkat yang terkoneksi 5G diprediksi akan lebih dari 1 miliar unit. Angka tersebut hampir tiga kali lipat dari capaian 4G dalam periode yang sama.


Walau pada tahun ini belum banyak pengguna 5G, nantinya pada 2023 perangkat yang terkoneksi dengan teknologi tersebut disebut bakal tumbuh hingga 1,1 miliar unit. Sedangkan pada masa 4G dulu, pada 2014, lima tahun setelah digulirkan, baru ada 417 juta unit yang terkoneksi ke teknologi tersebut.

Satu yang patut diketahui, angka yang disebutkan IHS Markit dalam laporan terbarunya ini hanya berasal dari kawasan Asia Pasifik dan Amerika Utara. Perbandingannya dengan 4G pun juga disesuaikan pada kawasan itu saja. Dengan begitu, bukan tidak mungkin jumlah keseluruhannya bisa jauh lebih besar mengingat beberapa negara di Eropa sudah menggulirkan 5G ke publik.

Lebih lanjut, walau Amerika Utara sudah lebih matang dalam menerapkan 5G ketimbang Asia Pasifik, nantinya kawasan yang meliputi Asia sebelah timur, selatan, dan tenggara ini akan menyusul. Pada 2023, akan ada 785 juta perangkat yang terhubung dengan 5G di Asia Pasifik, sedangkan di Amerika Utara hanya 294 juta.

Grafik pertumbuhan perangkat terkoneksi 5G hingga 2023.Grafik perbandingan pertumbuhan jumlah perangkat terkoneksi 4G dan 5G pada lima tahun pertama implementasi keduanya. Foto: IHS Markit

China dan India jadi sejumlah negara yang bakal berkontribusi besar dalam percepatan yang ditunjukkan oleh Asia Pasifik itu. Bahkan, berkat nama-nama tersebut, 5G disebut akan mencapai tahun keemasan dalam hal jumlah perangkat yang terhubung.

Menurut Elias Aravantinos, Principal Analyst IHS Markit, salah satu faktor pendorong begitu pesatnya penerapan 5G adalah ketersediaan perangkat yang mendukungnya. Hal tersebut, menurutnya, tidak terlalu bisa dirasakan pada era 4G.

"Sepanjang tahun pertama 5G, hanya ada tiga ponsel yang tersedia untuk konsumen yang mendukung standar tersebut. Di sisi lain, paling tidak 20 ponsel akan tersedia di pasaran pada tahun ini. Ini menunjukkan derajat peningkatan terhadap kesiapan pasar untuk 5G, dan kemampuannya untuk mencapai volume tinggi lebih cepat dari 4G," tuturnya.


Saat ini, di Amerika Utara dan Asia, memang sudah cukup banyak ponsel yang mendukung 5G. Beberapa di antaranya adalah Motorola Moto Z3 dengan 5G Moto Mod, Samsung Galaxy S10 5G, dan LG V50 5G. Sedangkan di Eropa, ada Mi Mix 3 5G, Oppo Reno 5G, OnePlus 7 Pro 5G, Huawei Mate 20 X. Ke depan, dua ponsel layar lipat, Samsung Galaxy Fold dan Huawei Mate X, juga akan menerapkan teknologi 5G.

Selain itu, Honor juga sempat memastikan bahwa pihaknya bakal meluncurkan ponsel 5G pada Kuartal IV 2019. Hal yang sama juga bisa berlaku pada vendor-vendor seperti Realme, vivo, dan Nokia. Sedangkan tahun depan, ada Apple dan Meizu yang bakal melakukan hal serupa.

Simak Video "Samsung Rilis Galaxy S10 versi 5G, Berapa Harganya?"
[Gambas:Video 20detik]
(mon/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed