2006, Pungutan USO Bakal Naik Jadi 1%?
- detikInet
Jakarta -
Menkominfo Sofyan A. Djalil memastikan dana yang terkumpul untuk penyelenggaraan kewajiban layanan universial atau Universal Service Obligation (USO) sekitar Rp 200 miliar sampai Rp 300 miliar. Dana itu didapat dari 0,75 persen total pendapatan kotor seluruh operator telekomunikasi pada 2005. Seiring pesatnya laju pertumbuhan telekomunikasi, pendapatan operator pada 2006 diperkirakan turut terdongkrak. Nah, dari perkiraan kenaikan itu, DPR meminta Menkominfo menaikan pungutan USO menjadi 1 persen. Hal itu agar program USO bisa berjalan optimal."Dari potongan 0,75 persen saja, dana untuk USO diperkirakan bisa meningkat jadi Rp 400 miliar tahun depan. Oleh sebab itu, DPR meminta pungutan itu dinaikan saja menjadi satu persen," kata Sofyan seusai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) proyek USO di Gedung Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Senin (17/10/2005). MoU itu sendiri ditandatangani oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil, Menteri Dalam Negeri M. Ma'ruf, dan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Syaifullah Yusuf."Saya rasa tidak masalah apabila DPR minta jadi satu persen. Keuntungan operator kan cukup tinggi," ujar Sofyan. "Lagipula dibandingkan dengan negara lain, satu persen itu masih relatif kecil," tambahnya.Menurut Sofyan, kenaikan pungutan itu belum disosialisasikan untuk saat ini karena belum adanya Peraturan Pemerintah (PP) baru. Jadi untuk tahun ini, lanjutnya, operator masih dikenakan tarif lama 0,75 persen berdasarkan PP yang baru dikeluarkan Agustus 2005 lalu.Masih di tempat yang sama, Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengatakan dana pungutan USO 2005 yang akan ditagih bulan ini, nantinya akan dialokasikan ke desa-desa yang tertinggal dari segi telekomunikasi sebanyak 10.000 desa pada 2006 mendatang, dengan target 1 sambungan telepon tetap (SST) per 1 desa. Nanti, operator akan ditagih terhitung tiap tiga bulan sekali sejak awal 2005.Hingga akhir 2005, Basuki mengatakan, target USO hanya pada masalah pemeliharaan operasional desa sebelumnya saja, yang apabila diakumulasikan sejak 2003, mencapai sekitar 5.000 desa. Sedangkan pada 2006, 10.000 desa itu rencananya akan mengimplementasi teknologi seperti radio, selular, PFS (portable fixed satellite), VSAT (very small aperture terminal), FWA (fixed wireless access) dan IP (berbasis internet protocol).Sedangkan menurut Syaifullah Yusuf, program USO ini juga akan menjangkau daerah pedesaan yang terisolasi secara geografis dan susah diakses, seperti pegunungan dan pulau-pulau kecil.Keterangan Foto: Dari kiri ke kanan, M. Ma'ruf (Menteri Dalam Negeri), Sofyan Djalil (Menkominfo), dan Syaifullah Yusuf (Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal)
(rouzni/)