Senin, 15 Jul 2019 17:30 WIB

Israel Siap Luncurkan 5G

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: DW (News) Foto: DW (News)
Jakarta - Israel ingin menjadi salah satu negara di dunia yang segera meluncurkan 5G. Kementerian Komunikasi Israel menerbitkan tender yang telah lama dinantikan untuk pembangunan jaringan seluler generasi kelima.

Dalam tender ini, ditawarkan insentif dari pemerintah Israel senilai 500 juta shekel (sekitar Rp 1,9 triliun) pada pemenang tender.

Jaringan 5G, disebut-sebut punya kecepatan berselancar internet hingga 20 kali lebih ngebut dibandingkan jaringan 4G yang digunakan saat ini.



"Ini adalah kemajuan teknologi yang akan meninggalkan jejak hingga beberapa dekade mendatang," kata Menteri Komunikasi Israel David Amsalem, seperti dikutip detikINET dari The Jerussalem Post, Senin (15/7/2019).

"Masuknya teknologi baru ini akan menjadi tumpuan revolusi digital yang akan mempengaruhi semua aspek kehidupan kita, mulai dari smart home, smart city, smart medicine, hingga kendaraan otonom dan masih banyak lagi," sambungnya.

Frekuensi yang ditawarkan oleh tender, kata Kementerian Komunikasi Israel, akan memperluas kapasitas jaringan yang memberikan respons terhadap meningkatnya permintaan untuk komunikasi broadband.

Kementerian Komunikasi juga menjanjikan hibah senilai 200 juta shekel (sekitar Rp 784 miliar), untuk operator yang membangun setidaknya 250 antena pemancar 5G.

Selain itu, sambil menunggu jaringan 5G diluncurkan awal tahun depan, pembayaran tender akan ditunda hingga 2022, untuk memberikan waktu yang cukup bagi operator untuk mengalihkan sumber daya finansial guna meningkatkan jaringan mereka.

Sementara itu, oerator seluler Israel yang sudah ada akan, dapat bersaing untuk mendapatkan tender dengan mengajukan proposal bersama untuk mengamankan bandwidth mulai dari 700 megahertz (MHz) hingga 2.600 MHz yang ditawarkan oleh Kementerian.



Sejauh ini, sudah ada 8 negara yang meluncurkan jaringan 5G, yakni Swiss, Korea Selatan, Australia, Uni Emirat Arab, Italia, Spanyol, Inggris dan AS. Israel akan menjadi negara berikutnya yang bergabung dalam barisan ini. (rns/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed