Selasa, 02 Jul 2019 10:46 WIB

Smartphone 5G Diprediksi Kuasai Pasar, Kapan?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi. Foto: GettyImages Ilustrasi. Foto: GettyImages
Jakarta - Peredaran smartphone 5G saat ini masih terhitung jari ketimbang yang 4G. Tapi, empat tahun mendatang, situasi tersebut akan terbalik, di mana jumlah smartphone 5G bisa kalahkan ponsel 4G.

Perusahaan analis Canalys baru saja menerbitkan laporan terkait prediksi pasar ponsel 5G di masa depan. Menurut mereka pada tahun 2023, perangkat yang mendukung jaringan generasi kelima itu mencapai 800 juta unit. Sementara, bila ditarik dari peluncuran 5G pertamanya, total pengiriman ponsel 5G sampai 1,9 miliar unit.

Pengapalan ponsel 5G hingga 800 juta unit berarti menguasai pangsa pasar ponsel sebesar 51,4% nantinya. Dan itu artinya juga, ponsel 5G mengalahkan pengapalan smartphone 4G terhitung sejak komersialisasi global 5G dilakukan.


Canalys juga memaparkan negara mana saja yang permintaan smartphone 5G-nya paling tinggi. Untuk urusan ini, China yang paling depan hingga 34% dari pengiriman smartphone 5G di 2023 yang diikuti Amerika Utara 18,8% dan Asia Pasifik 17,4%.

"Adopsi smartphone 5G akan terlihat dari adopsi cepatnya di China, berkat peta teknologi pemerintah yang kuat dan kemampuan finansial operator," ujar VP Mobile Canalys Nicole Peng dalam pernyataannya.
Smartphone 5G Diprediksi Kuasai Pasar, Kapan?Foto: Canalys

"China juga merupakan rumah bagi banyak pemasok peralatan 5G utama dan vendor ponsel cerdas yang akan bertanggungjawab atas dorongan pemasaran yang agresif selama beberapa tahun ke depan," tuturnya.

Canalys menekankan bahwa kesuksesan peluncuran 5G tidak serta merta berbanding lurus dengan implementasinya. Untuk mendapatkan manfaat penuh dari teknologi ini di luar enchanced Mobile Broadband (eMBB), maka dibutuhkan waktu lebih lama dan biaya besar, yang tentunya lebih rumit dari penyebaran 4G.




Smartphone 5G Diprediksi Kuasai Pasar, Kapan?
(agt/fyk)