Sabtu, 01 Jun 2019 06:03 WIB

Kabel Bawah Laut Google Beroperasi, Internet Bisa Makin Ngebut

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Google mengumumkan bahwa pembangunan sistem kabel bawah laut Indigo yang melewati Sydney-Perth-Jakarta-Singapura mulai resmi terkoneksi. Internet ngebut pun dijanjikan oleh perusahaan tersebut.

"Hari ini dengan senang hati kami mengumumkan bahwa sistem kabel bawah laut Indigo yang menghubungkan Sydney, Perth sampai Singapura siap untuk melayani," ungkap Google dalam keterangannya, Sabtu (1/6/2019).

Berbagai perusahaan tergabung dalam proyek ini, yaitu antara lain ada Indosat Ooredoo, AARNet, Google, Singtel, SubPartners, dan Telstra yang bekerjasama dengan Alcatel Submarine Networks (ASN).




Mereka membangun sistem kabel yang menghubungkan Singapura, Perth, dan Sydney, dengan dua pasangan serat tambahan yang menghubungkan Singapura dan Jakarta melalui unit percabangan.

Kabel bawah laut yang membentang sepanjang 5.600 mil ini akan memperkuat konektivitas antara Australia dan Asia Tenggara, tak terkecuali untuk meningkatkan kemampuan bisnis di kawasan ini.

"Ini akan memungkinkan konektivitas internet yang lebih baik, yang berati layanan yang lebih cepat dan lebih dapat diandalkan untuk semua pengguna kami," kata Google.

Disebutkan pula, Indigo akan memainkan peran utama dalam perkembangan Google Cloud di Asia Pasifik, ketika mengkombinasikan Cloud Region di Sydney dan Singapura.




"Hari ini kami telah mengembangkan infrastruktur cloud Asia Pasifik kami ke tujuh wiliyah, dengan dua lagi akan datang di Seoul dan Jakarta dalam paruh pertama 2020," sebut perusahaan asal Mountain View, AS ini.

Sementara itu, sistem kabel bawah laut mendatang yang panjangnya mencapai 9.200 kilometer yang dirancang menghantarkan 36 terabit per detik (Tbps). Proyek tersebut nantinya masuk ke dalam sistem kabel bawah laut Japan-Guam-Australia (JGA-South).

"Kami tidak berhenti di sini. Kabel konsorsium JGA sedang dalam instalasi untuk siap layanan pada Q1 2020. Ketika itu, ia akan terhubung, Guam, dan Australia melalui 7.080 kilometer sistem kabel serat optik bawah laut," pungkasnya.


(agt/krs)