Kamis, 02 Mei 2019 12:34 WIB

Menhan Inggris Dipecat Gara-gara Kebocoran Data

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Logo Huawei. Foto: Reuters Logo Huawei. Foto: Reuters
London - Gavin Williamson dipecat dari posisinya sebagai Menteri Pertahanan Inggris gara-gara kebocoran informasi mengenai Huawei dari rapat Dewan Keamanan Nasional Inggris.

Kebocoran yang dimaksud adalah keputusan pemilihan Huawei untuk menjadi mitra dalam proyek jaringan 5G Inggris. Atas dasar itulah Perdana Menteri Inggris Theresa May langsung memecat Williamson dari posisi yang dijabatnya dari 2017 tersebut.

"Perdana Menteri malam ini telah meminta Gavin Williamson untuk meninggalkan pemerintahan, karena hilangnya kepercayaan akan kemampuannya untuk menjalankan perannya sebagai Menteri Pertahanan dan sebagai anggota Kabinetnya," tulis pemerintah Inggris dalam pernyataannya.


Williamson sendiri menepis tudingan tersebut dan menyebut kebocoran informasi itu bukan berasal dari departemennya, demikian dikutip detikINET dari BBC, Kamis (2/5/2019).

Namun ketika menemui Williamson, PM May menyebut ia mendapat informasi dan bukti yang akurat bahwa kebocoran itu adalah tanggung jawab dari Williamson.

Masalah ini bermula ketika adanya informasi yang bocor dari rapat Dewan Keamanan Nasional Inggris mengenai keputusan memilih Huawei sebagai mitra untuk menggarap jaringan 5G Inggris, termasuk bermacam risiko terhadap keamanan nasional jika menggaet perusahaan asal China tersebut, yang kemudian diberitakan oleh Daily Telegraph.

Lalu ada editor politik BBC Laura Kuenssberg, yang menyebut seorang sumbernya mengkonfirmasi adanya pertemuan antara Williamson dengan wakil editor politik Daily Telegraph. Namun Kuenssberg menyebut pertemuan ini sama sekali tak membuktikan kalau Williamson adalah sumber dari kebocoran tersebut.

Kebocoran informasi ini juga membuat Amerika Serikat marah karena mereka sebelumnya sudah melarang Inggris dan sejumlah negara sekutunya yang lain untuk menggunakan perangkat Huawei di proyek 5G di negaranya.

AS masih bersikukuh kalau perangkat buatan Huawei bisa dipakai sebagai alat spionase oleh China, tudingan yang sudah berulang kali dibantah oleh Huawei. Pemerintah China sendiri menyebut Inggris bisa mengabaikan klaim AS tersebut dan memikirkan kepentingan negaranya sendiri. (asj/fyk)