Jumat, 12 Apr 2019 21:57 WIB

Kok 'Chatbot Anti Hoaks' Belum ada di WhatsApp dan Line?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - WhatsApp dan Line adalah dua layanan pesan instan populer di Indonesia. Tapi kenapa keduanya belum bisa menggunakan "Chatbot Anti Hoaks", yang baru saja diluncurkan demi menangkal isu-isu hoax di masyarakat?

Diketahui, "Chatbot Anti Hoaks" yang diumumkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada hari ini, Jumat (12/4/2019), baru tersedia di Telegram. Sebagai informasi, layanan itu merupakan hasil rancangan Prosa, startup pengembang natural language processing.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan pun menjelaskan alasan kenapa kedua "Chatbot Anti Hoaks" belum ada di WhatsApp dan Line.




"Karena mereka punya mekanismenya. Itu akan kita bicarakan dengan WhatsApp dan Line, bagaimana mekanismenya, karena setiap pltaform punya API yang harus dibuka," kata Semuel.

"Harapannya dalam waktu cepat, sekitar seminggu, dua minggu ini kita bisa mewujudkan karena ini hanya masalah koordinasi teknisnya saja, tidak ada kesulitan lainnya," pungkasnya.




Sebelumnya, dalam upaya memerangi penyebaran informasi palsu atau hoax yang beredar di platform pesan instan, Kementerian Kominfo meluncurkan layanan chatbot. Layanan itu ada usai Kominfo menggandeng Prosa.


(rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed