Selasa, 09 Apr 2019 16:20 WIB

Seberapa Ngebut Sinyal Smartfren di MRT Jakarta?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Menguji seberapa ngebut sinyal Smartfren di MRT Jakarta. (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto) Menguji seberapa ngebut sinyal Smartfren di MRT Jakarta. (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)
Jakarta - Smartfren menjadi operator kedua yang resmi tersedia layanannya di jalur Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Lalu, seberapa ngebut kecepatan internet yang diberikan Smartfren kepada pengguna MRT Jakarta tersebut?

Pada kesempatan ini, VP Technology Relations and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo menunjukan kebolehan dari layanannya ini saat berada di bawah terowongan. Untuk mengukurnya, Munir menggunakan aplikasi NetVelocity.




Hasilnya, dalam satu percobaan kecepatan internet Smartfren ini memperlihatkan bahwa kecepatan internet untuk download mencapai 63,72 Mbps dan kecepatan upload 4,88 Mbps. Sementara latency-nya 25 ms.


Kecepatan internet Smartfren di terowongan MRT Jakarta.Kecepatan internet Smartfren di terowongan MRT Jakarta. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto


Lalu, ketika berada di luar terowongan, tepatnya di stasiun Lebak Bulus, kecepatan internet Smartfren lebih kecil. Untuk download 35,72 Mbps, upload 11,01 Mbps, dan latency 29 ms.

"Ini karena waktu di terowongan itu tidak banyak yang menggunakan jaringan Smartfren jadi lebih kenceng dibandingkan dengan yang tadi," jelas Munir di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Sejauh ini, Smartfren baru tahap uji coba atau trial dalam menyediakan layanan mereka di jalur MRT Jakarta. Di sisi lain, anak perusahaan Sinar Mas ini terus melakukan negosiasi dengan Tower Bersama Group selaku penyedia sarana telekomunikasi di transportasi terbaru ibu kota ini.




Untuk melayani para penumpang MRT Jakarta, Smartfren memasang 4 BTS, khusus di terowongan. Smartfren mengklaim masing-masing BTS itu dapat menampung 2.000 pelanggan secara bersamaan dan tidak akan lemot saat menggunakan jaringannya.

Sedangkan secara keseluruhan total ada 10 BTS yang dipakai oleh Smartfren kepada pelanggan yang menggunakan MRT Jakarta ini.

Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys menyebutkan bahwa pihaknya akan terus melakukan monitoring terhadap trafik layanannya di jalur ini. Nantinya dalam monitoring tersebut, Smartfren bisa mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki.

"Kita terus lakukan monitor, stabil enggak, apa yang menyebabkan turun, ketika kereta lewat bagaimana, itu semua akan kita lakukan. Harapannya terus nyala (layanan dari Smartfren)," ungkap Merza.


(agt/krs)