Kamis, 04 Apr 2019 21:45 WIB

'Laut Nusantara' Bikin Nelayan Banyuwangi Tak Ribet Cari Ikan

Ardian Fanani - detikInet
Foto: Ardian Fanani/detikINET Foto: Ardian Fanani/detikINET
Banyuwangi - Senyum Rahmat Sukardi (50) mengembang. Tangannya menenteng handphone yang sudah terisi aplikasi Laut Nusantara. Salah seorang nelayan di Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini sudah mempraktikkan bagaimana cara menangkap ikan, dengan bantuan aplikasi mutakhir yang disosialisasikan oleh XL Axiata di Banyuwangi.

"Kalau dulu kita nelayan itu muter-muter dulu mencari ikan. Sekarang pakai hp ini, kita langsung menuju tempat ikan dan menjaringnya. Sudah saya coba kemarin. Hasilnya sangat memuaskan," ujarnya kepada detikINET, usai digelarnya sosialisasi aplikasi Laut Nusantara bersama PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), di Kampung Mandar, Kamis (4/4/2019).

Ada lebih dari 100 nelayan yang mengikuti program sosialisasi Laut Nusantara ini. Dari sosialisasi itu, XL Axiata juga membekali para peserta dengan smartphone yang di dalamnya sudah terpasang aplikasi Laut Nusantara. Selain itu, di perangkat tersebut sudah terpasang kartu SIM XL Axiata berikut paket data internet cepat.

'Laut Nusantara' Bikin Nelayan Banyuwangi Tak Ribet Cari IkanFoto: Ardian Fanani/detikINET

"Ada 100 nelayan yang sebelumnya mendapatkan pelatihan bagaimana cara menggunakan aplikasi Laut Nusantara. Kita langaung bisa langsung memanfaatkannya saat melaut. Mulai kemarin kita belajar dan tinggal pemantauan saat ini," ujar Rahmat.

Sementara itu, Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D. Yosetya mengatakan, aplikasi "Laut Nusantara" yang dibangun selama kurang lebih 5 bulan ini didukung basis informasi lengkap dan real time, dengan sumber data sepenuhnya dari Balai Riset dan Observasi Laut (BROL). Sebagai lembaga riset dan observasi kelautan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, BROL memiliki data kelautan sangat lengkap dan sangat berguna untuk pengembangan di bidang kelautan, termasuk manfaat praktis bagi nelayan kecil.

Data-data dari BROL juga up to date dan berdasarkan riset dan observasi laut di seluruh wilayah nusantara. Semua informasi kelautan yang terdapat dalam Aplikasi Laut Nusantara ini didapat secara langsung dari stasiun bumi Balai Riset dan Observasi Laut, sehingga tidak diragukan keakuratannya. Updating data dilakukan setiap tiga hari berdasarkan data dari satelit khusus. Sementara itu, data yang bersifat prakiraan berdasarkan analisa data selama 20 tahun ke belakang.

"Tim XL Axiata dan BROL sebelumnya sudah melakukan penelitian dan survey ke sejumlah komunitas nelayan di berbagai daerah untuk mengetahui kebutuhan mereka terkait informasi seputar aktivitas penangkapan ikan," ujarnya.

XL Axiata dan BROL terus mengembangkan fitur-fitur aplikasi ini. Fitur yang paling baru adalah fitur navigasi. Fitur navigasi ini berisi infomasi mengenai jarak, kalkulasi bbm otomatis dari jarak yang titik-titik tujuannya sudah ditentukan nelayan, dan arah (heading bearing).

'Laut Nusantara' Bikin Nelayan Banyuwangi Tak Ribet Cari IkanFoto: Ardian Fanani/detikINET

Ditambahkan Rahmat Sukardi, selain mendapatkan handphone yang dilengkapi dengan aplikasi Laut Nusantara, XL Axiata juga membantu perbaikan atau renovasi perahu-perahu nelayan yang sudah lama beroperasi. Ada sejumlah perahu yang direnovasi, yang diharapkan akan bisa kembali maksimal untuk dipergunakan melaut. Perahu-perahu tersebut memerlukan perbaikan terutama pada badan dan layar.

"Dari 100 perahu dipilih 6 perahu yang rusak parah. Perbaikan mulai dari perbaikan perahu dan pengecatan badan perahu dengan warna-warni khas perahu Banyuwangi," tambah Rahmat.

Dikatakan Rahmat, Kelurahan Mandar yang menjadi tempat dilaksanakannya program sosialisasi kali ini merupakan desa dengan mayoritas warga bermatapencaharian nelayan. Total ada sekitar 600 keluarga nelayan yang bermukim, kebanyakan dari mereka merupakan nelayan yang mengandalkan perahu jukung berukuran kecil dan jaringan yang juga terbatas untuk menangkap hasil laut.

"Untuk HP yang berisi aplikasi Laut Nusantara dibagikan ke 100 nelayan. Hitungan ini karena yang aktif dan memiliki perahu yang mendapatkannya," pungkasnya.



(krs/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed