Selasa, 26 Mar 2019 17:40 WIB

Smartfren Masih Tawar-menawar Harga Pasang Jaringan di Rute MRT

Agus Tri Haryanto - detikInet
Menjajal MRT Jakarta. Foto: Grandyos Zafna Menjajal MRT Jakarta. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Harga yang dipatok oleh pihak Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dinilai tinggi, membuat operator seluler seperti Smartfren terus melakukan lobi agar bisa menggelar infrastruktur jaringan di sepanjang rute transportasi teranyar ibu kota tersebut.

Deputy CEO of Commercial Smartfren Djoko Tata Ibrahim mengaku tidak mengetahui rincian ketika ditanya soal biaya pasang jaringan di sepanjang rute MRT. Kendati begitu, Djoko menilai biaya tersebut terbilang mahal.

"Oh, iya mau tapi untuk sementara ini harganya masih terlalu tinggi. Pangsa pasar kita yang nggak sampai 10%. Nggak tau biayanya, itu tim saya, tapi cukup mahal," kata Djoko ditemui di sela-sela peluncuran kartu perdana Bosku di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (26/3/2019).




Namun apabila pihak MRT memberikan harga khusus, maka Smartfren mungkin saja memasang infrastruktur jaringannya di sepanjang rute moda transportasi yang baru diresmikan ini.

Djoko menjelaskan bahwa Smartfren tak muluk-muluk untuk membangun infrastruktur jaringan di setiap stasiun MRT. Anak perusahaan Sinar Mas ini lebih memfokuskan untuk menggelar jaringan di area terowongan MRT saja.

Sebagai informasi, dari 13 stasiun MRT, hanya ada enam stasiun yang berada di bawah tanah, terdiri dari Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran Hotel Indonesia. Sedangkan sisanya adalah stasiun layang.




"Untuk saat ini dalam terowongan dulu, itu yang blankspot ada enam stasiun. Untuk stasiun layang, kita bisa pakai jaringan yang existing," kata pria berkacamata ini.

Disampaikan Djoko, saat ini proses tawar-menawar antara Smartfren dan pihak MRT terus berlangsung. "Baru dapat harganya, baru tawar-menawar yang dilakukan tim kita," pungkasnya.


(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed