Masa Depan Flexi di 1900 Mhz Masih Menggantung
- detikInet
Jakarta -
Produk telepon tetap nirkabel dari Telkom, Flexi, terpaksa harus digusur dari frekuensi 1900 MHz, menyusul pengalokasian frekuensi tersebut untuk layanan telekomunikasi generasi ketiga (3G). Namun, hingga saat ini Telkom belum memutuskan akan bekerja sama dengan operator mana yang beroperasi di spektrum frekuensi 800 Mhz. Pemerintah menyarankan agar para operator yang tergusur dari frekuensi 1900 MHz, diharapkan bekerjasama secara business to business dengan operator lain yang beroperasi di frekuensi 800 MHz. Menyusul saran tersebut, para pelaku industri lalu menjajaki kemungkinan kerjasama tersebut. Dirut Telkom Arwin Rasyid mengatakan masih membicarakan masalah perpindahan frekuensi Telkom Flexi dari 1900 MHz ke dua operator yang beroperasi di frekuensi 800 MHz, yakni Mobile 8 dan Bakrie Esia. Pernyataan itu diungkap Arwin berhubung saat ini perusahaan rivalnya, PT Indosat, sudah memutuskan untuk bekerja sama dengan PT Bakrie Telecom"Kita sudah bicara dengan kedua operator itu dan pembicaraan masih berlangsung. Kita masih belum bisa memutuskan apakah itu dengan Mobile-8 atau pun Bakrie Esia," ujar Arwin di kantor Kementrian Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) Jakarta, Jumat (23/9/2005). Arwin juga mengatakan belum bisa memberikan jaminan waktu untuk keputusan itu. "Tapi saya harap kita dapat memutuskan secepatnya. Saya tidak bisa menjamin fix to then go," tambahnya.Menurutnya, keputusan itu belum bisa diambil karena konsep dan skala Telkom Flexi, tidaklah sama dengan Indosat StarOne. "Mungkin karena konsep dan skala Telkom berbeda dengan Indosat. Kalau StarOne, cuma memiliki 200 ribu pelanggan, sedangkan Flexi di Jabotabek saja sudah sejuta lebih," papar Arwin.Sebelumnya diberitakan bahwa Indosat telah menjalin kerja sama dengan Bakrie Telecom, guna mengembangkan teknologi telepon tetap nirkabel. Bakrie dan Indosat menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai kerjasama operasi dan pemanfaatan jaringan alias mobile virtual network operator (MVNO). Kerjasama ini memungkinkan Bakrie dengan layanan Esia-nya dapat memanfaatkan lisensi nasional milik Indosat. Sedangkan Indosat dapat menggunakan spektrum frekuensi 800 MHz sebesar 10 Mhz di frekuensi 825-835 MHz milik Bakrie yang beroperasi di area Jabotabek, Banten dan Jawa Barat.
(rouzni/)