Rabu, 06 Mar 2019 14:27 WIB

Manfaat Jaringan 5G: Operasi Jarak Jauh Sampai Mobil Otonom

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: Miguel Benitez/Getty Images Ilustrasi. Foto: Miguel Benitez/Getty Images
Jakarta - Jaringan 5G sudah di depan mata. Di arena Mobile World Congress 2019 yang baru saja berlangsung di Barcelona, beberapa smartphone 5G pun telah diperkenalkan. Mungkin tahun depan, beberapa negara telah mulai mengimplementasikannya.

Seperti diketahui, Huawei termasuk yang paling getol mengembangkan teknologi 5G. Pada awal Februari, mereka memposting iklan di surat kabar top Selandia Baru, mengklaim bahwa "5G tanpa Huawei seperti rugby tanpa Selandia Baru." Rugby memang identik dengan negara tetangga Australia itu.

"Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa 5G dapat membuat dunia lebih baik, dan kami memimpin dalam hal ini," sebut Huawei, Richard Yu, kepada para wartawan di MWC.



Selain untuk telekomunikasi biasa, jaringan 5G yang diklaim super ngebut sebenarnya apa saja manfaatnya? Berikut contohnya menurut Huawei dalam keterangannya.

1. Telesurgery 5G Pertama

Pada 8 Januari lalu, seorang ahli bedah di Fujian, Cina, berhasil operasi pengangkatan hati hewan uji lab dengan lengan robotik yang berada sekitar 32 mil jauhnya, alias secara remote. Dengan koneksi 5G cepat dan stabil Huawei, dokter mengeksekusi jalannya operasi.

Percobaan sukses ini dinilai kabar baik bagi industri kesehatan, di mana dokter akan dapat menerobos hambatan ruang dan benar-benar jadi 'Dokter tanpa Batas'. Dengan pengembangan koneksi 5G, pasien di daerah pedesaan bisa membuat janji dengan spesialis dan tak perlu menderita kekurangan layanan kesehatan.

2. Drone di Mana-mana Termasuk pertanian

Teknologi drone telah diterapkan untuk banyak kegunaan di bidang militer, pemotretan dan pemetaan dengan kamera. Nah, teknologi 5G akan membuat aplikasi drone ada di mana-mana, merambah ke bidang lain seperti pertanian. Dengan koneksi 5G stabil, petani dapat tinggal di rumah dan menyemprotkan pestisida ke ladang menggunakan drone yang dioperasikan dari jarak jauh.



3. VR dan Game AR

Dengan headset VR standalone dipasarkan, web augmented reality (AR), dan virtual reality (VR) kemungkinan besar akan berpindah ke cloud daripada tetap menggunakan PC. Di sinilah 5G masuk, di mana koneksi amat cepat dengan latensi rendah membebaskan gamer dari keharusan menggunakan headset berkabel atau mual yang disebabkan masalah latensi.

Pengalaman berbasis cloud dengan masalah lagging minimum diklaim Huawei akan menghadirkan pengalaman gaming AR lebih realistis dengan kualitas video yang tinggi.

4. Mobil Tanpa Pengemudi

Orang zaman sekarang semakin tak mau repot mengemudi sendiri, misalnya karena macet. Ada alasan mengapa layanan seperti Uber dan Grab digemari selama beberapa tahun terakhir, dan mengapa sistem transportasi umum selalu menjadi masalah sosial yang banyak dibahas.

Kemudahan mobilitas dan transportasi selalu menjadi bagian penting dari terobosan teknologi. Karena koneksi 5G memungkinkan mobil otonom untuk berinteraksi satu sama lain secara real time, terwujudnya mobil tanpa pengemudi semakin dekat dengan realisasi.

5. Smart City

Smart City menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menjalankan kawasan perkotaan secara efisien. Artinya, berbagai jenis data elektronik akan dikumpulkan dan digunakan untuk menganalisis, menyesuaikan, dan mengoptimalkan kondisi kehidupan penduduk perkotaan. Ini akan mencakup sejumlah besar data yang perlu dikirim dengan cepat dan andal. Di sinilah 5G masuk.

Sebagai contoh, 5G akan memungkinkan para pejabat untuk memantau kualitas udara di kota-kota secara real time, dan selanjutnya, menanggapi bahaya kualitas udara dengan segera.

Koneksi cepat yang memungkinkan komunikasi real-time dan jarak jauh, memungkinkan banyak industri dapat menggunakan kendaraan dan mesin yang dikendalikan remote, mengurangi kebutuhan keberadaan manusia dalam banyak situasi berisiko. Itu dapat meningkatkan standar keamanan di tempat kerja industri berat seperti pertambangan, perminyakan dan lainnya. (fyk/agt)