Minggu, 20 Jan 2019 15:51 WIB

'Kabel Optik Putus pun Akses Internet Palapa Ring Tetap Jalan'

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Sangihe - Indonesia merupakan wilayah rawan bencana alam akibat posisi geografisnya yang berada di zona Ring of Fire atau cincin api. Salah satu dampaknya bisa melumpuhkan jalur komunikasi bila terjadi bencana.

Apalagi bila layanan telekomunikasi yang dimaksud memanfaatkan kabel optik yang digelar di lautan untuk menghubungkan satu pulau ke pulau yang lainnya. Lantas, bagaimana dengan nasib Palapa Ring?

Mengenai hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menjawabnya. Dikatakannya, jika kabel optik putus pun layanan telekomunikasi yang menggunakan Palapa Ring masih tetap berjalan.




"Ada kabel optik yang putus dari beberapa operator, itu tidak self healing. Ya, gantinya pakai satelit, itu lama," ucapnya di sela-sela kunjungannya di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

"(Kalau Palapa Ring) putus yang dari arah Manado, maka akan muter ke Talaud-Morotai dan lainnya. Itu kenapa disebutnya ring atau cincin karena selalu melingkar, kalau ada kabel putus, dia akan cari jalur yang lainnya," tutur Menkominfo.


Jika pun Kabel Optik Putus, Akses Internet Palapa Ring Tetap LancarFoto: Agus Tri Haryanto/detikINET


Palapa Ring, yang merupakan proyek pembangunan tulang punggung serat optik, jadi salah satu proyek strategis pemerintah dalam upaya pemerataan akses internet Indonesia, khususnya di daerah pelosok yang enggan dilirik oleh perusahaan telekomunikasi.

Tonton video: Keren! Kini Perbatasan Indonesia Bisa Menikmati Internet

[Gambas:Video 20detik]



Palapa Ring terbagi dalam tiga paket, yaitu Palapa Ring paket barat, Palapa Ring paket tengah, dan Palapa Ring paket timur. Untuk paket barat dan paket tengah sudah beroperasi, sedangkan sisanya ditargetkan dapat rampung dibangun pada kuartal satu tahun ini, sehingga pada pertengahan tahun bisa diintegrasikan.




"Kita bangun ini yang penting masyarakat, pengguna yang nomor satu itu sinyal. Kenapa? kita tidak bicara telepon, kita bciara internet kecepatan tinggi," kata pria yang disapa Chief RA ini.

"Prioritasnya untuk sekolah, puskesmas, kantor desa, kantor pelayanan publik, dan lainnya. Target kami itu pada tahun 2020, tidak ada desa yang tidak punya akses (internet). Kita akan pasang, paling lambat sampai tahun 2020," pungkas dia.




(agt/krs)