Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
'Operator Harus Transparan dan Edukatif'

'Operator Harus Transparan dan Edukatif'


- detikInet

Jakarta - Di era kompetisi bisnis telekomunikasi, para operator harus berani transparan terhadap pelanggannya. Istilah-istilah yang membingungkan harus segera ditinggalkan."Di iklim kompetisi sengit antar operator, membuat operator seperti kami harus beranis bicara blak-blakan, terbuka dan transparan. Pemerintah saja sudah berani terbuka," kata Charles Sitorus, Vice President Retail Sales PT Bakrie Telecom kepada wartawan seusai jumpa pers tentang program Talktime Esia di News Cafe Setiabudi Jakarta, Kamis (8/9/2005)."Operator lain harusnya juga berani transparan. Kita juga harus mulai meninggalkan istilah-istilah yang membuat masyarakat bingung," tegasnya. Charles merasa, operator seharusnya juga bisa mengedukasi pasar. Menurutnya, konsumen berhak mengetahui apa saja yang menjadi hak mereka. Kali ini, bentuk transparansi yang diungkap Charles berkaitan dengan kampanye program Talktime Esia yang digelar Bakrie Telecom."Operator harus bisa mengedukasi pasar tentang perbedaan antara pulsa dan talktime (waktu bicara-red), sehingga masyarakat paham," ujar Charles.PT Bakrie Telecom yang bertindak sebagai salah satu operator telekomunikasi yang berbasis code division multiple access (CDMA), merasa perlu meluruskan dan menyadarkan masyarakat tentang perbedaan tarif telepon antaroperator."Istilah pulsa itu membingungkan. Dengan pulsa sebesar Rp 20.000, apa masyarakat tahu berapa lama mereka bisa melakukan panggilan?" papar Charles. Talktime merupakan lama waktu bicara dalam sebuah sambungan telepon. Sedangkan pulsa merupakan satuan hitungan. Keduanya tidaklah sama. Meskipun jumlah pulsa yang ditawarkan oleh operator bernilai sama, tapi talktime tiap operator berbeda.Luruskan Persepsi BTS dan CoverageSelain masalah antara pulsa dan talktime, Bakrie juga merasa harus meluruskan tentang perbedaan persepsi layanan seperti coverage antara operator seluler GSM dan CDMA."Banyaknya jumlah BTS (Base Transceiver Station-red) tidak menjamin kualitas services coverage makin bagus. Tapi services yang bagus bisa diraih dengan penempatan BTS yang tepat," papar Charles. "Lagipula kualitas sinyal antara operator GSM dan CDMA berbeda. Kalau GSM, sinyal 3 bar belum tentu kualitas suaranya baik. Sedangkan CDMA, meski sinyal hanya 1 bar sudah baik kualitasnya," ujarnya menjelaskan.Saat ini, Esia memiliki lisensi frekuensi di 800 MHz dengan pita sebesar 10 Mhz dan memiliki izin operasional di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Seperti diberitakan sebelumnya, hingga akhir tahun Bakrie menargetkan jumlah pelanggan Esia mencapai 500 ribu. Bahkan hingga tahun 2008, Bakrie berani menargetkan 3 juta pelanggan. (rouzni/)







Hide Ads