Jumat, 04 Jan 2019 13:05 WIB

Keamanan Wilayah Jadi Tantangan Palapa Ring Timur

Rachmatunnisa - detikInet
Keamanan Wilayah Jadi Tantangan Palapa Ring Timur. (Foto ilustrasi: detikINET/Adi Fida Rahman) Keamanan Wilayah Jadi Tantangan Palapa Ring Timur. (Foto ilustrasi: detikINET/Adi Fida Rahman)
Morotai - Helikopter berputar-putar di tengah area kosong di tengah hutan belantara Papua. Transportasi udara tersebut membawa tower yang akan ditancapkan. Tak hanya satu, perlu empat hingga lima helikopter yang bisa bolak-balik untuk mengangkut segala perlengkapan untuk menancapkan tower di suatu wilayah terisolir.

Demikian cerita Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara, memberikan gambaran sulitnya menembus lokasi pembangunan infrastruktur Palapa Ring Timur.

"Itu sewa helikopter untuk mengangkut tower karena gak bisa jalan darat. Harus menembus gunung," kisah Rudiantara saat berbincang di sela kunjungan kerjanya ke Morotai, Maluku Utara pekan ini.




Disebutkan Rudiantara, dibandingkan Palapa Ring Barat dan Tengah, pembangunan Palapa Ring Timur memang mempunyai tingkat kesulitan lebih.

Selain faktor geografis, keamanan wilayah menjadi tantangan digelarnya tulang punggung jaringan broadband Palapa Ring Timur.

"Konstruksi (Palapa Ring Timur) sudah hampir 95%. Selebihnya yang di gunung-gunung itu, kemarin lagi pasang itu di Nduga diberhentikan dulu, itu wilayah KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) lari," kata Rudiantara.

Meski demikian, dilanjutkan Rudiantara, pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah lain Indonesia timur yang relatif aman terus dikejar.

"Di (Palapa Ring) timur tantangannya paling tinggi. Tapi kami tidak boleh menyerah karena masyarakat harus terlayani. Insya Allah pertengahan 2019 semua (Palapa Ring Barat, Tengah dan Timur) sudah tersambung," tekadnya.

Keamanan Wilayah Jadi Tantangan Palapa Ring TimurIlustrasi akses internet Palapa Ring. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman


Kesulitan ini diamini Direktur Infrastruktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo Bambang Noegroho.

"Karena ada penembakan KKB itu wilayah yang kami sedang membangun berhenti dulu, tunggu sampai pihak keamanan setempat nyatakan aman, kami mulai lagi," ujar Nugie, sapaan akrabnya.

Nugie mengatakan, pembangunan Palapa Ring Timur bagaimanapun tetap berjalan agar target seluruh Palapa Ring tersambung di pertengahan 2019 bisa terwujud.

"Targetnya di bulan Mei (2019) itu paling molor. Berbagai kordinasi juga terus kita lakukan agar pembangunan ini berjalan lancar," sebutnya.

Palapa Ring paket timur nantinya akan menjangkau 35 kota/kabupaten yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua dan Papua Barat.

Untuk menghubungkan satu sama lain, digelar serat kabel optik sepanjang 8.454 kilometer yang sudah menjangkau penggelaran kabel darat, kabel laut, dan radio microwave.




Dua paket lainnya, yakni Palapa Ring Barat dan Tengah sudah lebih dulu rampung. Proyek Palapa Ring Barat rampung Maret 2018 dan telah berjalan. Sementara Proyek Palapa Ring Tengah baru saja menandai uji coba pertamanya saat kedatangan Menkominfo Rudiantara pada 2 Januari 2019.

Ketika sudah tersambung seluruhnya nanti, Palapa Ring akan menjangkau 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan sejauh 21.807 kilometer.

Keberadaan proyek Palapa Ring tak hanya bertujuan memeratakan akses telekomunikasi dan internet di seluruh Indonesia, tetapi juga membuat tarif internet di Indonesia barat, tengah, hingga timur bisa setara.


Tonton video 'Tahun Baru Spesial Rudiantara di Morotai'

[Gambas:Video 20detik]

(rns/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed