Senin, 24 Des 2018 21:56 WIB

Jaringan Seluler di Area Tsunami Selat Sunda 100% Normal

Adi Fida Rahman - detikInet
Ilustrasi. Foto: Atsushi Tomura/Getty Images Ilustrasi. Foto: Atsushi Tomura/Getty Images
Jakarta - Jaringan telekomunikasi milik sejumlah operator seluler di kawasan Tsunami Selat Sunda dikabarkan 100% normal.

"Saat ini layanan komunikasi baik SMS, suara dan internet 100% dalam kondisi normal di wilayah terdampak bencana. Dalam waktu kurang dari 24 jam, Telkomsel telah mengerahkan tim Siaga Bencana TERRA (Telkomsel Emergency Response & Recovery Activity) untuk pendirian posko darurat serta percepatan pemulihan layanan jaringan telekomunikasi," ujar Denny Abidin, GM Corporate Communications Telkomsel dalam keterangan resmi yang diterima detikINET, Senin (24/12/2018).


Telkomsel juga menyediakan fasilitas telepon gratis di Posko Pengungsian Kantor Camat Labuhan Kabupaten Pandeglang, Posko Pengungsian Kecamatan Angsa Kabupaten Pandeglang, Gedung PGRI Mancak Kabupaten Serang dan Desa Cugung Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. Selain itu Telkomsel juga memberikan bantuan tenda pengungsi, kebutuhan logistik, antara lain makanan siap konsumsi, air mineral, pakaian layak pakai, selimut, dan obat-obatan.

"Disamping memberikan donasi tersebut, kami akan terus fokus untuk memonitor jaringan kami agar layanan telekomunikasi tetap lancar dengan menyiagakan Mobile Backup Power (MBP) sebagai perangkat penunjang catuan listrik," tutup Denny.


Sementara itu Corporate and Marketing Communications Tri Arum K Prasodjo kepada detikINET mengatakan peristiwa tsunami ini tidak memberikan dampak berarti bagi jaringan mereka. Tidak Ada kerusakan konstruksi di BTS yang melayani daerah terdampak Tsunami.

"Sempat terhenti pasokan listrik namun sudah kembali normal dengan pasukan baterai dan genset dari kami. Secara umum layanan kami di Anyer dan Lampung tidak mengalami gangguan dan beroperasi dengan normal. 1 BTS tidak aktif di Desa Kunyit, Rajabasa, Lampung Selatan dan akses ke BTS mengalami gangguan. Saat ini sedang proses meningkatkan pasokan listrik," ujar Arum. (afr/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed