Selasa, 20 Nov 2018 15:54 WIB

Serunya Drama Pencabutan Izin First Media dan Bolt

Agus Tri Haryanto - detikInet
Halaman 1 dari 7
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - PT First Media Tbk (KBLV) dan Bolt menunggak kewajiban membayar BHP frekuensi radio di 2,3 GHz untuk tahun 2016 dan 2017. Jumlah tunggakan pokok dan dendanya masing-masing Rp 364.840.573.118 (Rp 364 miliar), sedangkan Bolt menyentuh angka Rp 343.576.161.625 (Rp343 miliar).

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun coba mengambil langkah tegas karena sampai batas waktu yang ditentukan, yaitu 17 November, kedua perusahaan itu tidak juga melunasi tunggakannya.

"Kemkominfo sedang memproses penyiapan SK Pencabutan Izin Penggunaan Frekuensi Radio kepada ketiga operator tersebut. Besok Senin, 19 November, kami akan keluarkan SK Pencabutan tersebut," tegas Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, pada hari Minggu (18/11).

Namun kemudian, drama terjadi di mana First Media dan Bolt akhirnya mengajak damai. Berikut runtutan drama pencabutan izin frekuensi First Media dan Bolt yang mungkin berakhir anti klimaks. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed