Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
IndoWLI Ultimatum Penyebab Interferensi 2.4 GHz

IndoWLI Ultimatum Penyebab Interferensi 2.4 GHz


- detikInet

Jakarta - Frekuensi 2.4 GHz memang sudah 'dimerdekakan' dan diletakkan ke tangan komunitas. Namun, karena interferensi di lapangan yang terus terjadi, Asosiasi Indonesia Wireles LAN - Internet (IndoWLI) pun memberi ultimatum bagi para penyebab interferensi. Kalau tidak nurut apa ancamannya?Penyebab interferensi (gangguan frekuensi-red) adalah pengguna frekuensi 2.4 Gigahertz (Ghz) yang menggunakan penguat daya (booster). IndoWLI, melalui Sekjen-nya Barata Wardhana, mengeluarkan imbauan agar pengguna perangkat dengan booster segera menurunkan perangkat tersebut. Barata juga meminta agar pengguna peralatan yang belum tersertifikasi untuk mengganti peralatannya atau meminta bukti sertifikasi dari supplier-nya. Hal itu, ujar Barata, sesuai dengan Keputusan Menteri (KM) Departemen Perhubungan No.2 Tahun 2005 dan KM Kominfo No.10 Tahun 2005. Demikian imbauan IndoWLI yang diterima detikinet, Senin (15/8/2005). Selain itu, Barata mengingatkan adanya aturan penggunaan 2.4 Ghz diatur oleh komunitas dengan self regulation. Untuk itu, lanjut Barata, pihaknya meminta agar pengguna 2.4 GHZ membentuk kepengurusan di daerah masing-masing. "Kepengurusan IndoWLI di daerah yang sudah ada untuk dapat berkoordinasi dengan pengurus IndoWLI Pusat," ia menyebutkan. Pada akhir imbauan tersebut, IndoWLI mengeluarkan ultimatum. "Apabila dalam waktu 1 bulan, mulai tanggal 15 Agustus 2005, para pengguna wireless 2.4 Ghz tidak berkoordinasi dengan kami, maka kami tidak bertanggungjawab apabila terjadi hal-hal di luar kemampuan kami," Barata menegaskan. Hingga tahun lalu, sebelum frekuensi 2.4 Ghz dibebaskan, banyak pengguna frekuensi ini yang kerap mengalami razia dari Direktorat Bina Telekomunikasi dan Balai Monitoring Ditjen Postel. Kala itu 2.4 GHz memang masih terikat lisensi. Meski tidak secara tegas menyebutkannya, ultimatum IndoWLI tersebut seakan-akan ingin mengingatkan adanya kemungkinan sweeping. Sasarannya adalah pengguna booster penyebab interferensi 2.4 Ghz hingga pengguna perangkat minus sertifikasi. (wicak/)






Hide Ads
LIVE