Gap Rp 3 Triliun
Target USO 2009 Mungkin Molor
- detikInet
Jakarta -
Program Universal Service Obligation (USO) alias pengadaan fasilitas telekomunikasi dasar ke seluruh desa di Indonesia dijadwalkan untuk terpenuhi pada tahun 2009. Namun, melihat proyeksi pendapatan dari operator, pencapaian target itu kemungkinan diundur. Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi, Basuki Yusuf Iskandar, dalam jumpa pers di Gedung Postel, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (11/8/2005). "Ada dua skema, kalau kita mau sabar ya diundurkan saja, tunggu sampai 2015 misalnya. Atau, cari pemasukan lain," ujarnya. Dana USO didapatkan pemerintah dari operator telekomunikasi. Melalui peraturan terbaru, PP No. 28 Tahun 2005, dana USO didapat dari 0,75 persen pendapatan kotor operator. Meski PP tersebut telah terbit, pemerintah baru akan membangun USO dengan dana operator di tahun 2006. Basuki memperkirakan hingga tahun 2009 akan terkumpul dana sebesar Rp 2 triliun, sedangkan total biaya USO yang dibutuhkan mencapai Rp 5,1 triliun. Artinya ada gap sebesar Rp 3,1 triliun. Hal itu yang membuat Pemerintah merasa perlu mempertimbangkan kemungkinan tidak terpenuhinya target USO tahun 2009. Selain mengundurkan jadwal, menurut Basuki, kemungkinan lain adalah menggunakan dana APBN.Dana USO tahun 2005 yang sebesar Rp 5 miliar menurut Basuki akan digunakan untuk perawatan fasilitas USO yang ada sekarang. Tahun depan diharapkan USO akan menjangkau 8000 desa. Mengenai fasilitas USO yang dianggap kurang termanfaatkan, Basuki menyebut dua kemungkinan kenapa hal itu sampai terjadi. Pertama, ia memperkirakan sudah adanya penetrasi operator telekomunikasi di daerah tersebut. Kemungkinan kedua, ujarnya, daya beli masyarakat memang belum memungkinkan.
(ketepi/)