Sabtu, 11 Agu 2018 13:15 WIB

500 BTS Terdampak Gempa Lombok Sudah Bisa Dipakai Komunikasi

Rachmatunnisa - detikInet
Dampak gempa di Lombok. Foto: Grandyos Zafna Dampak gempa di Lombok. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Upaya pemulihan jaringan telekomunikasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pascagempa mengguncang Minggu (5/8) lalu masih terus dilakukan berbagai pihak, termasuk Huawei salah satunya.

"Kami menyadari pentingnya fungsi infrastruktur telekomunikasi dalam setiap aktivitas manajemen bencana. Huawei mengerahkan 16 teknisi senior yang terlibat dalam 49 tim guna membantu pemulihan jaringan operator yang terdampak," kata GM Area Jateng, Jatim, Balinusra Huawei Indonesia, Syarbeni.

Menurut Syarbeni, saat bencana gempa terjadi, sebanyak 542 titik base tranceiver station (BTS) dari 1.133 BTS yang didukung Huawei di Lombok mengalami gangguan atau tidak berfungsi akibat pasokan listrik yang sempat terganggu.


Kondisi tersebut telah menjadikan beberapa jaringan operator telekomunikasi tidak dapat digunakan untuk sementara waktu.

Sebagai resolusi, Huawei melakukan koordinasi internal secara intensif dan komunikasi dengan pihak operator terkait, membentuk satuan tugas bencana alam, dan menerapkan sistem pelaporan berkala atas kondisi dan stabilitas jaringan yang terdampak gempa.

"Dalam waktu 96 jam, sebanyak 502 BTS sudah dapat dipulihkan. Kondisi per hari ini, 92,6 persen jaringan sudah beroperasi secara normal. Meski demikian, kami tetap melakukan pantauan secara berkala sebagai upaya mengantisipasi dampak serta risiko gempa susulan," kata Syarbeni.

Syarbeni menjelaskan, dengan teknologi real-time monitoring Huawei dapat membantu operator memantau kondisi dan memastikan stabilitas jaringan dengan mudah, sekaligus membantu upaya pemulihan yang diperlukan dengan cepat agar layanan komunikasi yang disediakan oleh operator telekomunikasi bagi pelanggannya dapat kembali berjalan normal.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Minggu (5/8) pukul 18:46:35 WIB dan gempa susulan terakhir berkekuatan 6,2 SR kembali terjadi pada Kamis pukul 12.25 WIB.

Pemerintah Provinsi NTB pun masih memberlakukan periode tanggap darurat hingga Sabtu, 11 Agustus 2018. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed