Sabtu, 04 Agu 2018 16:49 WIB

Laporan dari Miami

Bagaimana Nasib Satelit yang Sudah 'Tewas' di Angkasa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Telkom Foto: Telkom
FOKUS BERITA Satelit Merah Putih
Miami, - Satelit takkan selamanya beroperasi di luar angkasa. Ada batasan usianya dan jika sudah terlewati, satelit itu tak lagi digunakan pemiliknya. Lantas bagaimana nasibnya di atas sana?

"Satelit (yang sudah tidak digunakan-red) diparkir di suatu tempat, ada rules internasionalnya. Itu sudah diatur," sebut Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo, kepada media Indonesia di Miami, Amerika Serikat.

Diterangkannya, satelit dirancang masih menyisakan bahan bakar saat sudah selesai masa operasi. Bahan bakar itu digunakan untuk memindahkannya ke 'peristirahatan terakhir'.


Satelit Merah Putih misalnya, yang segera diluncurkan SpaceX, dirancang memiliki umur 16 tahun. Artinya, satelit buatan SSL ini akan beroperasi sampai tahun 2034 sebelum tamat riwayatnya.

Mengutip situs resmi NASA, ada dua pilihan yang bisa ditempuh untuk mengistirahatkan satelit, tergantung ketinggiannya.

Untuk satelit ketinggian rendah, engineer akan memakai sisa bahan bakar untuk memperlambatnya. Dengan cara itu, satelit akan jatuh dari orbit dan terbakar di atmosfer.

Pilihan kedua adalah memindahkan satelit lebih jauh lagi dari Bumi. Pasalnya, dibutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menempuh cara pertama yang telah disebutkan dibanding cara kedua ini.


Maka jika satelit berada di orbit yang lebih tinggi, cara kedua lebih banyak ditempuh. Satelit diterbangkan lebih tinggi lagi ke angkasa, karena menurut NASA, cara ini memakan lebih sedikit bahan bakar.

Jadi, ada semacam tempat pemakaman satelit di atas sana. Orbitnya sekitar 321 kilometer lebih jauh dari satelit terjauh yang masih aktif. Dari Bumi, maka jaraknya kira-kira 36 ribu kilometer. (jsn/afr)
FOKUS BERITA Satelit Merah Putih