'Jumlah Pelanggan Flexi Bisa Salip XL'
- detikInet
Jakarta -
Meski frekuensi Flexi akan 'digusur', tetapi hal itu tidak menyurutkan target jumlah pelanggan yang hendak diraih. Sampai akhir tahun, Flexi optimis bisa meraih 6,5 juta pelanggan dan menyalip XL.Hal itu diungkap Head of Division PT Telkom Tbk, Dian Rachmawan, kepada detikinet di Starbucks Cafe Plaza Indonesia Jakarta, Jumat (29/7/2005). Menurutnya semula Telkom hanya menargetkan 5 juta pelanggan hingga akhir tahun, tapi target ini kemungkinan akan terlampaui. "Masih ada lima bulan lagi, jadi kemungkinan jumlah pelanggan yang tercapai bisa melebihi target," kata Dian.Jumlah pelanggan Flexi, lanjutnya, sampai akhir minggu ini sudah mencapai 3,7 juta. Dengan perkiraan terendah untuk target pelanggan sebesar 500 ribu per bulan, Dian optimis bisa meraih target yang diharapkan."Minggu lalu pelanggan Flexi mencapai 3,7 juta. Hari ini sudah 3,8 juta," jelas Dian. Hal itu menggambarkan jumlah pelanggan Flexi meningkat 100 ribu hanya dalam waktu seminggu.Perkiraan tersebut masih menurut dia, melebihi target operator seluler XL yang menurutnya hanya menargetkan jumlah pelanggan 5 juta hingga akhir tahun."Flexi bisa berada di urutan ketiga dalam jumlah pelanggan terbanyak dan menggusur XL," papar Dian.Saat ini menurut data yang diberikan Dian, jumlah kontributor pelanggan terbesar Flexi masih di area Divisi Regional V Telkom, yakni Jawa Timur, dengan jumlah pelanggan sebesar 1,15 juta. Urutan kontributor pelanggan lainnya yaitu Jakarta (780 ribu), Sumatera (600 ribu), Jawa Tengah (385 ribu), Jawa Barat (374 ribu), Kalimantan (280 ribu), dan Kepulauan Timur Indonesia (230 ribu).Bahkan menurut Dian, Flexi menargetkan akan meraih 11,5 juta pelanggan pada 2006 dan akan membangun 5000 BTS dalam tiga tahun ke depan (hingga 2008).Tidak Terpengaruh Pergeseran FrekuensiDi tempat terpisah sebelumnya, Wakil Dirut Telkom Garuda Sugardo mengatakan tidak akan mengubah target pelanggan meski frekuensi Flexi akan digeser dari 1900 Mhz ke 800 Mhz.Lanjutnya, masalah frekuensi akan menjadi masalah antara pihak operator dan pemerintah. Garuda berharap hal itu tidak akan mengganggu aktivitas pelanggan dalam berkomunikasi. "Pokoknya kami tidak akan mengubah target pelanggan," tegas Garuda. "Kami akan berusaha agar tidak mengecewakan pelanggan. Jadi pelanggan tidak perlu resah," tambah Garuda menjelaskan.Operator CDMA Lain Tidak Masuk HitunganFlexi saat ini mengklaim menguasai pasar telekomunikasi berbasis fixed wireless sekitar 86 persen. Operator CDMA lain yang juga bermain di lahan yang sama, diakui Dian bukan sebagai saingan Flexi."Esia, StarOne dan Mobile-8 hanya regional. Sedangkan coverage kita nasional," ujar Dian.Menurutnya, ketiga operator CDMA tersebut hanya bermain di kota besar saja dan belum banyak melayani jumlah pelanggan. Hal itu, lanjutnya, tidak sepadan dengan Flexi yang menjangkau layanannya hingga 220 kota di seluruh Indonesia. Bahkan menurutnya, Flexi akan merambah hingga 315 kota pada 2006.
(rouzni/)