Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'Di Era 3G Konten Lokal Penting'

'Di Era 3G Konten Lokal Penting'


- detikInet

Jakarta - Siap atau tidak, Indonesia akan segera memasuki era telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G). Dalam era tersebut, operator perlu memperhatikan penyedia konten lokal dan arsitektur servis yang lebih baik. Bahkan konten lokal dinilai critical alias sangat penting.Hal itu diungkapkan Jay Andersen, Vice President Sales & Operations untuk Motorola Asia, saat berbincang-bincang dengan wartawan di Hotel J.W. Marriot, Jakarta, Selasa (26/7/2005). "Critical! Peran konten akan menjadi critical (sangat penting-red)," ujarnya. Operator telekomunikasi 3G, lanjut Jay, harus bisa mencari rekanan untuk menghadirkan konten yang mampu menarik pengguna. "Rekanan lokal harus bisa menghasilkan konten yang diinginkan di Indonesia," ujar pria yang sempat menjabat Asia Pacific Director of 3G untuk Motorola. Saat ini 3G sedang mendapat sorotan cukup banyak di Indonesia. Dua perusahaan, Cyber Access Communication dan Natrindo Telepon Seluler, telah mendapatkan izin komersial frekuensi 3G. Operator seluler 'tradisional' juga semakin giat menghadapi era tersebut. Tercatat Telkomsel telah melakukan uji coba live 3G di Jakarta. Sedangkan Indosat dan Excelcom (XL) juga sudah mendapatkan alokasi frekuensi uji coba dan akan menggelarnya dalam waktu dekat.Tapi tidak hanya konten, Jay juga menekankan perlunya arsitektur jaringan yang lebih baik. Ia mencontohkan inisiatif bernama Global Application Management (GAM) dari Motorola untuk keperluan itu. Dengan GAM, tutur Jay, operator bisa mempersingkat waktu menghadirkan layanan ke pelanggannya. "Operator tinggal bekerjasama dengan rekanannya untuk membuat aplikasi yang diperlukan, masalah menghadirkannya tak perlu dirisaukan lagi," ujar Jay. GAM menurut Jay akan mencakup standar-standar tertentu yang bisa diikuti oleh pengembang aplikasi. Selama mengikuti standar tersebut, aplikasi akan mudah untuk dihadirkan ke pelanggan. "Konten bisa dihadirkan dengan cara yang terstruktur dan terintegrasi," ujarnya berpromosi. Seamless MobilityMotorola saat ini sedang menggalakkan konsep seamless mobility, yaitu konsep terhubungnya seseorang dengan berbagai jaringan tanpa 'terasa'. "Tidak penting bagi seorang pelanggan di mana ia berada dan jaringan apa yang digunakan, yang penting adalah ia bisa mendapatkan apa yang diinginkannya," Jay menjelaskan. Salah satu yang digodok oleh Motorola adalah meletakkan kemampuan 2G (telekomunikasi seluler yang ada saat ini) dengan 3G pada tataran yang sama. Akibatnya, ujar Jay, pengguna tidak akan merasakan perbedaan apakah menggunakan jaringan 2G atau 3G.Konsep tersebut juga diperluas oleh Motorola ke perangkat rumahan dan kantoran. Salah satunya melalui konsep Liquid Media. Dalam Liquid Media, seorang pengguna bisa 'membawa' media yang sedang dinikmatinya kemana pun ia berada. Jay mencontohkan seseorang yang bangun tidur menyalakan TV dan suara TV itu 'mengikuti' orang itu saat ia berada di dapur hingga ke dalam mobil. Untuk mewujudkan konsep seamless mobility tersebut, menurut Jay diperlukan integrasi berbagai teknologi nirkabel yang ada. Hal ini termasuk 3G, WiFi dan teknologi lainnya. Motorola, Jay berpromosi, siap menyediakan semua teknologi yang dibutuhkan. Menjelang akhir tahun 2005, Motorola berjanji akan mendemonstrasikan konsep tersebut di Indonesia. (ketepi/)





Hide Ads
LIVE