Rabu, 06 Jun 2018 17:44 WIB

Fasilitasi Pemudik, XL Sediakan Informasi Mudik Digital

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: XL Axiata Foto: XL Axiata
Jakarta - Operator seluler XL menjalin kerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menyediakan informasi seputar mudik dalam format digital pada tahun ini.

XL juga menggaet Kementerian Kesehatan, Direktorat Jenderal Bina Marga, dan Korlantas Polri untuk informasi mudik ini. Ide kerja sama ini tak terlepas dari kebiasaan masyarakat pada tahun lalu yang mencari informasi mudik melalui internet, ketimbang brosur maupun peta perjalanan dalam bentuk fisik.

Informasi seputar mudik yang dimaksud, antara lain meliputi informasi mengenai call center dan nomor telepon darurat yang dibutuhkan pemudik, daftar tarif jalan tol di Jawa, daerah rawan kecelakaan, serta posko kesehatan dan rest area yang disediakan Kemenhub.



Adapun informasi lainnya, yaitu mengenai persiapan sebelum melakukan perjalanan mudik, seperti seputar kesehatan sebelum dan selama perjalanan, himbauan untuk menyiapkan uang elektronik, hingga informasi mengenai objek wisata di sepanjang jalur mudik.

Untuk pelanggan XL bisa mengakses informasi ini melalui layanan digital, misalnya SMS LBA (Location Based Advertising) yang disebarkan di titik-titik mudik sesuai dengan informasi yang disampaikan. Diklaim, cara penyampaian informasi ini akan lebih efektif.

(Ki-Ka) Head Customer Experience XL Axiata, Ahmad Hamzah, Direktur Bina Keselamatan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani dan Head Telco Service Operation XL Axiata, Hendrik meninjau salah satu mobile BTS yang berada di tol Merak dalam rangka kerjasama XL Axiata dan Kementerian Perhubungan untuk menyediakan informasi mudik dalam format digital di Jakarta, Rabu (6/6)(Ki-Ka) Head Customer Experience XL Axiata, Ahmad Hamzah, Direktur Bina Keselamatan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani dan Head Telco Service Operation XL Axiata, Hendrik meninjau salah satu mobile BTS yang berada di tol Merak dalam rangka kerjasama XL Axiata dan Kementerian Perhubungan untuk menyediakan informasi mudik dalam format digital di Jakarta, Rabu (6/6) Foto: XL Axiata


Informasi mudik juga bisa pelanggan mengunjungi situs sisternet yang menjadi saluran komunitas perempuaan binaan program dari XL. Begitu juga melalui aplikasi MyXL pun demikian. Informasi ini mulai bisa tersedia antara H-10 hingga H+10.

Papan Penunjuk Arah di Jalur Pantura

Masih seputar mudik, operator yang identik warna biru ini bekerjasama dengan Kepolisian dan instansi terkait di sejumlah daerah yang dilalui pemudik di Jawa. Salah kemitraan satu ini, yakni dengan Polres Indramayu, Jawa Barat dalam menyediakan papan-papan dan baliho penunjuk arah.

Mengingat wilayah Indramayu merupakan salah satu daerah yang dilintasi pemudik di jalur pantura, sehingga keberadaan papan penunjuk arah sangat dibutuhkan pemudik. Apalagi, banyak jalur alternatif di Indramayu yang bisa ditempuh pemudik, jika jalur pantura mengalami kemacetan.

Tak kurang dari 44 papan penunjuk arah dan beberapa baliho yang disediakan XL telah terpasang di jalur pantura ini, dengan menjangkau 17 kecamatan mulai dari perbatasan Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, sampai perbatasan Kabupaten Cirebon.

Juga terpasang di jalan menuju Bandara Kertajati dari Kabupaten Indramayu, dan arah tol Cipali dari Kabupaten Indramayu. Pemasangan ditargetkan akan selesai H-10 sebelum hari raya.

Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D. Yosetya, mengungkapkan informasi mudik digital ini tak hanya membantu pemerintah, tapi juga meluasnya penggunaan sarana digital oleh masyarakat dalam mencari informasi. Selain itu, pesan dalam format digital juga akan lebih efektif dan efisien.

"Kami di XL Axiata menyambut baik upaya pemerintah untuk mulai memanfaatkan teknologi digital guna menyampaikan pesan atau informasi kepada publik mengenai berbagai hal, salah satunya informasi seputar mudik ini oleh Kementerian Perhubungan," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/6/2018).



Sedangkan kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, mengatakan di tahun sebelumnya, informasi seputar mudik masih dituangkan dalam bentuk hardcopy atau dalam kertas yang dicetak. Termasuk diantaranya peta mudik yang dibagikannya kepada masyarakat.

"Tentunya, untuk saat ini, format seperti itu kurang lagi efektif karena rentan hilang atau rusak, serta butuh biaya tidak sedikit untuk mencetaknya. Pemerintah membutuhkan dukungan digital untuk menyebarkan informasi seputar mudik, di mana cakupan informasi bisa lebih luas, bisa diakses kapan saja dan di mana saja," tuturnya.

Budi juga menilai bahwa proses digitalisasi informasi mudik tahun ini jadi inovasi pemerintah yang ingin memberikan layanan dibutuhkan ketika melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman. (agt/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed