BERITA TERBARU
Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB

Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: BAKTI Foto: BAKTI
Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus. Sehingga, pada September layanannya bisa beroperasi.

Pernyataan menteri yang akrab disapa Chief RA itu diucapkan olehnya usai melakukan kunjungan kerja dengan menyambangi kapal Nusantara Ekspress di perairan Tateli, Pineleng, Minahasa, Sulawesi Utara.

"Ini adalah kelambatan untuk Palapa Ring Tengah. Sengaja saya datang agar ada kapal untuk memasang. Kalau tidak (datang) kapal tidak datang ke sini. Untuk memastikan semua selesai di akhir 2018. Jadi, Agustus bisa selesai, kemudian uji stabilitas sampai September," tuturnya seperti dikutip detikINET, Minggu (27/5/2018).

Pada kesempatan ini, Menkominfo meminta kepada Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey untuk memastikan perizinan penggelaran kabel Palapa Ring paket tengah bisa dipercepat.



"Kalau September selesai, saya serahkan ke Pak Gubernur akan ada acara apa. Saya tidak minta anggaran ke Pemda. Tolong dipercepat perizinannya," ungkap Rudiantara.

Ia pun kembali mengingatkan bahwa proyek Palapa Ring merupakan salah satu upaya pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam mewujudkan Nawacita ke-3.

"Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan," ucapnya.

Kunjungan kerja Menkominfo Rudiantara ke proyek Palapa Ring paket tengah.Kunjungan kerja Menkominfo Rudiantara ke proyek Palapa Ring paket tengah. Foto: BAKTI


Di Indonesia, disampaikannya, Pemerintah membangun tol informasi melalui Palapa Ring dalam bentuk pembangunan serat optik yang membentang ke seluruh Indonesia yang dibangun oleh operator telekomunikasi dan sebagian dibangun oleh pemerintah.

Sebagai infrastruktur tulang punggung jaringan telekomunikasi broadband (pita lebar), Palapa Ring terdiri dari tiga paket, yaitu Palapa Ring Paket Barat, Palapa Ring Paket Tengah, dan Palapa Ring Paket Timur.

Proyek Palapa Ring Paket Tengah akan menghubungkan 17 kota/kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara dengan panjang kabel mencapai 2.700 km.

"Jika Palapa Ring selesai, semua kabupaten di Indonesia akan terhubung dengan jaringan tulang punggung serat optik. Dengan demikian, layanan yang ada di Jawa dan daerah lain tidak memiliki gap yang besar," jelasnya.



Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyatakan optimistis dengan proyek Palapa Ring Paket Tengah. Nantinya masyarakat di wilayahnya bakal menikmati kualitas jaringan internet yang lebih baik dengan adanya akses broadband.

"Nantinya tidak ada lagi jaringan internet yang terputus. Sehingga semua masyarakat bisa menggunakan internet dengan optimal," kata Olly.

Kualitas jaringan internet yang optimal itu, ungkap Olly, ditunjang dengan pemasangan kabel optik bawah laut.

"Kabel optik Palapa Ring Paket Tengah di Sulawesi Utara dipasang mulai dari Mokupa, Siau hingga Melonguane dan daerah lainnya," ujarnya.



Pembangunan proyek Palapa Ring paket Tengah dikerjakan oleh PT LEN Telekomunikasi Indonesia (LTI). Direktur Utama LEN Telekomunikasi Indonesia Raden Wahyu Panca Gelora, mengatakan Palapa Ring paket tengah menyambungkan kabel telekomunikasi di darat dengan laut.

"Ada BMHl, tempat koneksi dari kabel darat ke laut. Dari kabel operator existing kebetulan di Manado itu Telkom begitu seterusnya sampai ke Melonguane kemudian sampai Morotai. Selanjutnya yang sepotong juga menghubungkan Sulawesi Tengah dari Luwuk, dan Kendari Sulawesi Tenggara," tuturnya.

Menurutnya untuk perizinan rute terakhir ke laut sudah clear, kapal bergerak terus untuk memasang kabel.

"Ditargetkan 7 Agustus selesai untuk kapal. Sementara yang darat sudah selesai. Rencana kapal bergerak untuk kerja 144 hari, sekarang sudah dikompresi jadi 74 hari," katanya.

Untuk bisa mempersingkat pekerjaan itu maka diturunkan dulu Kapal PLJR untuk membersihkan jalur sebelum Kapal Nusantara Explorer memasang kabel.

"Jadi pekerjaan teknis dilakukan dulu, untuk pengujiannya diakhir. Untuk masalah administratif dan perizinan nanti akan bekerja sama dengan BAKTI," jelasnya. (agt/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed