Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
DiGi Pertahankan Jatis, Perkuat Diri di Malaysia

DiGi Pertahankan Jatis, Perkuat Diri di Malaysia


- detikInet

Jakarta - DiGi, operator selular asal Malaysia, melanjutkan kerjasama dengan PT Jati Piranti Solusindo (Jatis). Meski sudah pernah bekerjasama sebelumnya, kali ini DiGi ingin memperkuat diri di pasar telekomunikasi selular di Malaysia.Hal itu diungkapkan Chan Nam Kiong, General Manager Mobile Divison DiGi kepada detikinet Rabu (13/7/2005) di kantor Jatis, Menara Jamsostek, Jakarta. "Saat ini DiGi sedang menjajaki kemungkinan kerjasama baru dengan solusi baru yang bisa ditawarkan Jatis melalui anak perusahaannya, Jatis Ecom," ujarnya. Sebelumnya, Jatis Ecom merupakan pemasok solusi yang bernama Flexi e-load alias voucher elektronik untuk operator seluler Malaysia, DiGi. Jatis Ecom adalah penyedia solusi telekomunikasi dan mobile content provider untuk seluruh operator lokal di Indonesia.Chan tidak menjelaskan secara detil apa saja yang akan dikembangkan jatis Ecom untuk DiGi. Hanya saja ia berkeyakinan solusi tersebut bisa digunakan untuk memperkuat posisi DiGi di pasar telekomunikasi seluler Malaysia.Flexi e-LoadMenurut Chan, solusi Flexi e-load yang didistribusikan melalui dealer-dealer, sudah digunakan oleh 20 persen pengguna prabayar DiGi. Kurang lebih sebesar 3,35 juta pelanggan. Saat ini total pelanggan DiGi adalah 3,6 juta dengan pengguna pascabayar 250 ribu. Dibandingkan dengan cara isi ulang prabayar dengan kartu voucher yang setiap kartunya seharga 15 sen, solusi tersebut memberikan banyak keuntungan. Solusi e-load diklaim bisa menghemat pengeluaran DiGi sebesar 20 persen. "Sebesar satu juta ringgit sebulan lah," menurut Chan. Jumlah uang tersebut ialah jumlah yang bisa disisihkan dengan menggunakan solusi Flexi e-load. Jumlah itu didapat dari angka 20% (penghematan) x 3,35 juta (jumlah pelanggan) x 15 sen (harga voucher). Selain bisa melakukan penghematan, menurut Chan, DiGi juga bisa lebih mudah mengatur distribusi pulsa yang dipercayakan melalui pengedarnya. Akan lebih mudah, ujar Chan, untuk menghentikan pengedar yang bermasalah dan melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan oleh DiGi.EksporSolusi Flexi e-load dikreasikan Jatis atas permintaaan DiGi. Solusi tersebut merupakan inovasi yang pertama kali digunakan di Malaysia. "Kami operator selular pertama di Malaysia yang menggunakan solusi itu," kata Chan bangga.Solusi itu diluncurkan pertama kali pada Desember 2004 lalu. Solusi itu dikembangkan sendiri oleh Jatis di Indonesia, contoh betapa Indonesia sanggup melakukan ekspor di bidang Teknologi Informasi. Menurut Chan, Digi mempertimbangkan untuk memilih Jatis hanya dalam waktu dua bulan. Dasarnya adalah, Jatis dianggap memiliki 'Competitive Tools' untuk memperkuat jaringan distribusi DiGi.DiGi, operator selular Malaysia yang mempunyai cakupan nasional, dikuasai oleh perusahaan telekomunikasi asal Norwegia. Perusahaan bernama Telinor itu mengendalikan60 persen saham DiGi. Pangsa pasar DiGi di Malaysia menempati urutan ketiga dengan angka 21 persen. Peringkat pertama masih dikuasai Maxis (42%) dan Celcom, operator selular yang dimiliki oleh Telecom Malaysia, (37%). (wicak/)







Hide Ads