Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Siemens-NEC Pasok Jaringan Bawah Laut Telkom

Siemens-NEC Pasok Jaringan Bawah Laut Telkom


- detikInet

Jakarta - Siemens Communications bersama-sama dengan NEC Corporation akan mengikat kontrak turnkey dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Kontrak turnkey atau kontrak bersama dalam pengerjaan proyek, bertujuan untuk memasok serat optik untuk jaringan bawah laut Telkom. Siaran pers yang diterima detikinet Sabtu (2/7/2005) menyebutkan, sistim turnkey yang akan menghasilkan jaringan serat optik 'JASUKA Backbone Ring' ini, diperkirakan beroperasi awal 2006.JASUKA Backbone Ring yang merupakan jaringan serat optik terbaru dari NEC dan Siemens, terdiri dari 1.040 km dari dasar laut dan 780 km dari sistim transmisi telekomunikasi darat. Dengan menggunakan sistem ini, jaringan data Telkom akan menjangkau sekitar 30 kota di kepulauan Indonesia yaitu Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Sistem yang menggunakan teknologi serat optik DWDM (Dense Wavelength Division Multiplex) ini, merupakan solusi untuk jaringan optik bawah laut dan darat. Jaringan tersebut berbentuk dua lingkaran serta memiliki kapasitas awal 20 gigabit per detik untuk dasar laut dan 10 gigabit per detik untuk porsi daratan. Kapasitas ini dapat ditingkatkan sampai 320 gigabit per detik.Layanan jaringan tersebut oleh Telkom dianggap sebagai pemenuhan atas permintaan internet dan penggunaan data yang meningkat di daerah-daerah tersebut. "Kami berharap dapat secara berkesinambungan menyediakan jasa tambahan lainnya untuk memenuhi tuntutan yang besar di pasaran," kata Abdul Haris, Direktur Telekomunikasi Bisnis Jaringan PT Telekomunikasi Indonesia. "Dengan adanya kerjasama dengan Siemens dan NEC, kami dapat dengan cepat menjawab kebutuhan pasar untuk kapasitas dan kualitas jaringan," tambahnya.Sistim jaringan ini juga akan berintegrasi dengan jaringan backbone Telkom lainnya. Selain itu, jaringan bawah laut Thailand - Indonesia - Singapore (TIS), High Performance Back Bone (HPBB) dan Dumai - Melaka Cable Submarine (DMCS), merupakan jaringan yang termasuk dalam pengintegrasian backbone tersebut.Perkuat Portfolio VendorDengan mengangkat teknologi jaringan serat optik untuk dasar laut, Siemens dan NEC beranggapan akan memperkuat eksistensi dan portfolio mereka pada sektor industri telekomunikasi di Indonesia. Untuk menjaga eksistensinya di Indonesia, Siemens mengatakan menyediakan dukungan tekhnis dan sistim yang mutakhir kepada sektor publik dan swasta. Siemens mengklaim telah konsisten memainkan peran yang menentukan pada industri teknologi informasi dan telekomunikasi di Indonesia dengan proyek berskala besar. Jaringan backbone di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi, TDM Switching, proyek akses optik di setiap area di Indonesia, serta pembangunan jaringan GSM di Indonesia dikatakan Siemens termasuk di dalamnya."Sebagai pemain pada industri telekomunikasi di Indonesia, kami akan menyediakan infrastruktur telekomunikasi yang mengizinkan para pengguna secara berkelanjutan memanfaatkan jasa-jasa paling muktahir," ujar Christian Unterberger, President of Fixed Networks Siemens Communications.NEC yang mengatakan telah memasok sistim kabel dasar laut selama kurang lebih 30 tahun dan telah meliputi instalasi pembentukkan sistem kabel di daerah ASEAN, khususnya di Indonesia, juga beranggapan sama dengan Siemens. Dengan kerjasama itu akan mengangkat citra NEC di Indonesia."Dengan sepak terjang kami, NEC optimis untuk membawa bukti teknologi dan solusi yang memungkinkan pelanggan kami untuk menyediakan jasa-jasa yang dapat diandalkan," kata Osamu Harada, General Manager of Submarine Networks Division at NEC Corporation. "NEC mengkonfirmasi ulang pada segmen dasar laut di Indonesia dan akan ikut serta lebih lanjut lagi memberikan kontribusi dalam mendiversifikasikan jaringan yang ada di indonesia," tambahnya. Menurut survei yang dilakukan badan riset Mindbranch, konsumsi global untuk pasar backbone jaringan serat optik akan mencapai penjualan US$ 34,6 miliar (Rp 338,6 triliun) pada tahun 2009. (rouzni/)





Hide Ads